Example floating
AdvetorialPolitik

Jelang PSU, Alberth Merauje Ajak Warga Gunakan Hak Pilih, Jangan Golput

314
×

Jelang PSU, Alberth Merauje Ajak Warga Gunakan Hak Pilih, Jangan Golput

Sebarkan artikel ini
Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM.

Paraparatv.id | Jayapura | Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, anggota DPR Provinsi Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM., mengajak seluruh masyarakat Papua untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Dalam himbauannya, Alberth Merauje yang juga dikenal sebagai tokoh adat, intelektual, gereja, pemuda, dan masyarakat ini menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kualitas demokrasi di tanah Papua.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua di 8 kabupaten/kota, khususnya di Kota Jayapura yang kita cintai, agar datang ke TPS masing-masing pada tanggal 6 Agustus pukul 07.00 WIT untuk menggunakan hak suaranya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pesta demokrasi ini adalah milik bersama, dan tidak boleh ada warga yang memilih untuk golput. Menurutnya, setiap suara adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga negara dan kontribusi nyata dalam menentukan arah masa depan Papua.

“Pilihan boleh berbeda, tapi persatuan, kesatuan, dan cinta kasih harus tetap kita jaga. Setelah pencoblosan, kita tetap satu keluarga. Baik orang asli Papua maupun warga dari luar Papua, kita semua adalah bagian dari Papua,” kata Alberth.

Ia juga menegaskan bahwa kedua pasangan calon, baik nomor urut 01 maupun 02, adalah putra-putra terbaik Papua yang siap memimpin daerah ini. Karena itu, siapapun yang terpilih nanti merupakan pilihan rakyat dan harus didukung bersama demi pembangunan Provinsi Papua ke depan.

Dalam pernyataannya, Alberth Merauje turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian selama dan setelah proses PSU berlangsung.

“Tuhan menciptakan dunia ini dengan penuh keberagaman—ada gunung, lembah, laut, dan lain sebagainya. Demikian juga kita sebagai manusia. Perbedaan itu indah, dan kita tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain,” tegasnya.

Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk datang ke TPS dengan niat baik, berdoa, dan menyalurkan hak suara tanpa tekanan dan intimidasi.

“Pesta demokrasi ini harus kita rayakan dengan damai. Mari kita jadikan Papua contoh kedewasaan berdemokrasi di tanah air,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *