Example floating
Politik

Tekad BTM Buka Isolasi Kampung Terapung di Supiori, Bangun Pabrik Ikan hingga Pemukiman

217
×

Tekad BTM Buka Isolasi Kampung Terapung di Supiori, Bangun Pabrik Ikan hingga Pemukiman

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Aruei | Dalam kunjungannya ke Kampung Sowek, Distrik Aruri, Kabupaten Supiori, Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menerima langsung berbagai aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan terbatas yang berlangsung Sabtu (19/7/2025), warga dengan penuh harap menitipkan berbagai persoalan mendasar yang telah lama mereka hadapi kepada BTM dan pasangannya, Constant Karma (CK).

Pertemuan ini menjadi ajang curahan hati masyarakat Sowek, yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.

Salah satu tokoh masyarakat, Fredik Rumbekwan, menyoroti persoalan krisis listrik yang hingga kini belum juga teratasi.

“Sampai sekarang, kami di Kampung Sowek belum merasakan listrik dari pemerintah. Masing-masing rumah hanya menggunakan genset sendiri. Kalau BTM terpilih, kami minta tolong supaya yang pertama dilakukan adalah lampu harus menyala di Sowek,” tegas Rumbekwan.

Ia juga mengusulkan pemekaran kampung, karena jumlah penduduk Sowek telah mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Selain itu, ia mengungkapkan kesulitan nelayan dalam menyimpan hasil tangkapan karena tidak tersedianya fasilitas es untuk membekukan ikan.

“Kami di sini nelayan. Hasil tangkapan kami banyak, tapi tidak ada es. Ikan jadi cepat rusak. Kami butuh perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Eskor Sarawan, warga lainnya, menyoroti sulitnya akses transportasi laut. Menurutnya, hasil laut dari Sowek harus dibawa ke Korido terlebih dahulu, baru kemudian bisa diangkut ke Biak. Hal ini menyulitkan warga dalam memasarkan hasil tangkapan.

“Kami berharap kalau BTM jadi gubernur, bisa bangun pelabuhan laut di Sowek. Supaya hasil laut kami bisa langsung dibawa ke tempat tujuan, karena saat ini kami bawah ke Manokwari, Sorong, Nabire, bahkan Jayapura. Sekarang kami hanya mengandalkan kapal Sabuk Nusantara yang tidak rutin,” ungkap Sarawan.

Ia juga menyinggung kondisi permukiman warga, yang sebagian besar masih menggunakan rumah berstruktur tiang kayu. Sarawan berharap rumah-rumah warga dapat dibangun secara permanen, agar generasi mendatang tidak lagi kesulitan membangun rumah layak huni.

“Kita di sini masih mempertahankan budaya Papua, rumah bertiang kayu dan berlabu. Tapi kayu makin sulit, dan tiang-tiang rumah hampir habis. Kalau Tuhan berkati BTM jadi gubernur, tolong bantu kami bangun rumah permanen, supaya anak cucu kami tidak lagi susah,” pintanya.

Ia juga menggambarkan keunikan Kampung Sowek sebagai tempat yang harmonis antara manusia dan alam. Rumah-rumah warga berdiri di atas laut, sementara ikan-ikan hidup bebas di bawah rumah, menjadikan Sowek ibarat akuarium alam terbesar di Papua.

“Manusia hidup di atas, ikan hidup di bawah. Ini bukan hanya ciri khas, tapi simbol kebersamaan dan keseimbangan,” kata Sarawan.

Tak hanya soal infrastruktur, masyarakat juga menitipkan harapan agar gereja-gereja di Sowek, termasuk GKI dan denominasi lain, diperhatikan. Mereka menuturkan, gereja yang mereka bangun sepuluh tahun lalu berada di atas laut, dan pembangunannya sangat sulit karena tantangan transportasi.

“Kami membangun gereja bukan di daratan. Jadi segala sesuatunya butuh perjuangan besar. Kami mohon, jika Tuhan izinkan BTM memimpin Papua, jangan lupakan gereja kami,” ujar salah satu tokoh gereja setempat.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa kedatangannya ke Sowek bukan hanya bagian dari kampanye, tetapi merupakan panggilan hati untuk mendengar dan hadir langsung di tengah masyarakat.

“Saya datang ke sini untuk menghapus air mata bapak dan ibu sekalian. Saya melihat sendiri betapa besar potensi di kampung ini, tapi belum didukung oleh infrastruktur yang layak,” ungkap BTM di hadapan warga.

Ia berjanji akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Supiori khusus untuk membeli hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan tersebut nantinya akan didistribusikan ke restoran, rumah makan, dan hotel-hotel di Jayapura maupun luar daerah.

“Saya tidak ingin ikan-ikan bapak ibu terbuang percuma karena tidak ada tempat penyimpanan. Kita akan borong semua hasil tangkapan dan bantu pemasarannya,” janjinya.

BTM juga menyatakan kesiapannya untuk membangun pabrik pengolahan ikan dan es batu, serta menyediakan coolbox, jaring, speedboat, dan motor tempel (Johnson) bagi nelayan Sowek.

“Saya akan bangun pabrik ikan dan fasilitas pendukungnya. Supaya ikan tidak dibawa pulang dalam kondisi busuk. Kita siapkan semuanya agar nelayan bisa untung dan ekonomi rakyat naik,” tegasnya.

Tak lupa, BTM menegaskan komitmennya untuk membangun rumah layak huni bagi warga dan membantu gereja-gereja yang selama ini dibangun dengan penuh pengorbanan.

“Saya tahu gereja di sini dibangun dengan susah payah. Saya akan bantu, bukan hanya GKI, tapi juga semua gereja yang ada. Sebab pembangunan rohani harus seiring dengan pembangunan jasmani,” pungkas BTM.

Kunjungan BTM ke Kampung Sowek menjadi simbol kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Di tengah cuaca ekstrem dan keterbatasan fasilitas, BTM tetap meluangkan waktu untuk hadir, mendengar, dan merespons harapan warga.
“Ini bukan janji kosong. Saya hadir karena saya peduli,” tutupnya.(Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *