Paraparatv.id | Biak | Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK) mendapat dukungan dari paguyuban Jawa Timur dan Jawa Tengah yang bermukim di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Dalam sebuah pertemuan hangat yang digelar di kediaman anggota DPRD Biak Numfor, Fraksi PDI Perjuangan, Legiran, Jumat (18/7/2025), dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan pilar dari kedua provinsi asal di Pulau Jawa menyatakan dukungan penuh dan siap bekerja untuk memenangkan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua periode 2025-2030.
Dalam sambutannya, Legiran menyatakan bahwa masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah di Biak Numfor telah sepakat memberikan dukungan penuh kepada BTM-CK.
Ia menyebut bahwa saat ini terdapat 14 pilar masyarakat Jawa Timur dan 11 pilar dari Jawa Tengah, yang terus bergerak dan menyosialisasikan pasangan nomor urut 1 ini kepada seluruh jaringan dan keluarga besar mereka.
“Hari ini hanya sebagian kecil yang kami undang sebagai perwakilan. Tapi kami semua satu suara: BTM dan CK adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2025–2030,” kata Legiran tegas.
Menurutnya, memilih pemimpin bukan hanya soal popularitas, tetapi rekam jejak dan ketulusan dalam melayani rakyat.
“Di era ini, tak mudah mencari pemimpin yang bersih. Kalau masa lalu seseorang tidak baik, tak mungkin dia bisa sampai di titik seperti BTM hari ini. Kami percaya, karena kami melihat bukti, bukan sekadar janji,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BTM menyampaikan terima kasih atas dukungan yang begitu besar dari warga perantauan Jawa Timur dan Jawa Tengah di Biak. Ia menegaskan bahwa dirinya memilih Constant Karma sebagai calon wakil gubernur karena berasal dari wilayah adat Saireri, sementara ia sendiri adalah anak asli wilayah adat Tabi.
“Sebagai anak adat, saya tahu adat. Maka sebelum masuk ke Biak, saya sudah minta izin dan diberkati oleh para tetua adat dan Ketua Dewan Adat Biak di rumah adat Kankain Karkara Byak. Itu bentuk penghormatan saya kepada masyarakat Biak Numfor,” ungkap BTM.
Ia juga menyinggung pengalaman pahit pada Pilkada sebelumnya, di mana beberapa lawan politiknya menghadapi proses hukum. Namun, ia menegaskan tekadnya untuk tetap maju dan memenangkan Pilkada 2025 meski digelar pemungutan suara ulang (PSU) berkali-kali.
“PSU mau 10 kali, 20 kali, bahkan Kapolda dan Penjabat Gubernur diganti, saya tetap akan menang. Karena rakyat tahu siapa saya, dan Tuhan tahu isi hati saya,” tegasnya.
BTM menekankan bahwa menjadi pemimpin harus punya hati, bukan sekadar mengejar kekuasaan atau kekayaan.
“Saya ini dua periode Wali Kota Jayapura. Saya tahu dari mana saya memulai, dan bagaimana saya mengakhiri pekerjaan saya. Salah satu bukti nyata adalah Jembatan Hamadi – Holtekamp, yang memudahkan akses petani di Koya dan Arso. Dulu mereka melewati jalan lama yang rawan kejahatan, bahkan pembunuhan. Maka saya bangun jembatan, karena saya peduli pada rakyat kecil,” jelasnya.
BTM juga menyinggung kasus dugaan penggelembungan suara hingga 9.000 suara di Distrik Jayapura Selatan yang berujung pada pemecatan tiga komisioner KPU Kota Jayapura. Menurutnya, masyarakat harus cerdas dalam menyikapi setiap proses politik.
“Menjelang pemungutan suara ulang nanti, akan banyak yang datang membayar suara kalian. Ambil uangnya kalau mau, tapi jangan pilih orangnya! Pilih BTM–CK,” ucapnya disambut aplaus.
Ia pun mengingatkan para pendukung untuk menjaga TPS seusai mencoblos agar tidak terjadi kecurangan.
BTM juga menjanjikan akan melanjutkan program-program hebat yang pernah dijalankan Hery Aryo Naaf, mantan Bupati Biak Numfor.
“Perikanan di Biak luar biasa potensinya. Kita akan tingkatkan menjadi industri bertaraf internasional. Bahkan, karena ada sejarah Gowa Jepang di sini, saya ingin bangun kerja sama ‘Sister City’ antara Biak dan Jepang demi mendorong ekonomi lokal,” tuturnya.
Ia juga berkomitmen meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan membuka kembali jalur penerbangan internasional dari dan ke Biak dengan berkoordinasi dengan Bupati dan Kementerian Perhubungan.
“Saya ingin Biak merdeka di bidang pendidikan, infrastruktur, ekonomi, dan lepas dari keterbelakangan. Papua harus bangkit, dan Biak harus jadi pusat pertumbuhan,” tegasnya.
BTM menutup sambutannya dengan menyampaikan bahwa jika ia dan CK terpilih, maka ia akan meminta kepada Kementerian Agama agar Papua memiliki embarkasi haji khusus serta kuota haji tambahan untuk umat Islam di tanah Papua.
Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah yang hadir.
“Papua hari ini aman. Jangan pilih pemimpin yang masih bingung dari mana harus mulai kerja. Pilih yang sudah terbukti, sudah punya rekam jejak, dan punya hati yang baik. Bukan sekadar program, tapi ketulusan,” pungkasnya.(Er)
















