Paraparatv.id | Sentani | Calon Gubernur Papua periode 2025–2030, Benhur Tomi Mano (BTM), menegaskan komitmennya untuk mendorong pemekaran wilayah di Kabupaten Jayapura jika terpilih dan resmi dilantik sebagai Gubernur Papua.
Dalam pertemuan terbatas bersama masyarakat dari empat distrik, yakni Kaureh, Yapsi, Demta, dan Unurumguay, yang digelar di Lapangan Kampung Sebum, Distrik Kaureh, pada Sabtu, 12 Juli 2025.
BTM menyampaikan bahwa pemekaran menjadi program prioritasnya demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan merata.
“Program pertama saya jika Tuhan berkenan saya terpilih dan dilantik sebagai Gubernur Papua adalah memekarkan Kabupaten Grimenawa. Selanjutnya, pemekaran wilayah untuk Yapsi, Kaureh, Unurumguay, dan Demta,” ujar BTM.
BTM menjelaskan bahwa gagasan pemekaran tersebut bukanlah hal baru. Dokumen usulan sudah tercatat dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan sempat dibahas di tingkat pusat.
“Naskah pemekarannya sudah ada dan telah dibahas dalam Prolegnas. Tinggal menunggu kepala daerah yang mau dan serius melanjutkan. Kalau saya jadi gubernur, saya akan dorong agar pemekaran ini segera terealisasi,” tegas mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu.
Masuk Usulan DPD RI
Rencana pemekaran ini juga telah dirangkum oleh Komite I DPD RI sebagai bagian dari 16 usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, yang dibahas dalam rapat pleno pada 3 Juli 2025. Salah satu usulan tersebut adalah pembentukan Kabupaten Demta Kaureh Yapsi yang mencakup Distrik Kaureh, Yapsi, Airu, Unurumguay, dan Demta.
Wilayah yang luas dan aksesibilitas yang sulit menjadi alasan utama di balik usulan ini. Pemekaran dinilai penting untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Pemekaran ini bukan semata-mata soal politik, tapi demi pelayanan yang lebih dekat, cepat, tepat, akuntabel, dan transparan kepada masyarakat. Dengan begitu, pembangunan akan lebih merata dan percepatan kesejahteraan bisa dirasakan seluruh warga,” jelas BTM.
Serap Aspirasi Masyarakat
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, BTM juga menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat, antara lain:
Pelayanan kesehatan yang lebih maksimal
Peningkatan kualitas pendidikan dan SDM
Program transmigrasi pertanian untuk mengentaskan kemiskinan
Pembangunan lapangan terbang guna mendukung konektivitas antarwilayah
Perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di Kaureh yang banyak berlubang dan rawan longsor
BTM juga menerima laporan bahwa Kampung Umron masih terisolir, tanpa akses listrik, air bersih, jaringan internet, maupun pelayanan pemerintahan.
Menanggapi hal itu, BTM berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan kementerian terkait untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
” Di aspek lain, saya akan perkuat pustu, puskesmas, dan rumah sakit. Nantinya akan dilengkapi dokter, obat-obatan, dan alat kesehatan yang memadai. Bagi dokter yang bertugas di kampung-kampung pelosok, akan ada insentif dan dukungan agar mereka bisa bekerja dengan nyaman,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil, agar mereka dapat memberikan pelayanan secara maksimal dan berkelanjutan.(Er)
















