Paraparatv.id |Sentani|– Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) hari ini mengadakan penjaringan aspirasi masyarakat di Sentani. Fokus utamanya jelas: menyelamatkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat adat Papua. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh adat, yang bersama-sama menyuarakan komitmen untuk “Selamatkan Manusia dan Tanah Papua”.
Dalam kegiatan yang dipimpin oleh Yulius Irianto Ohee, S.Sos., MRP berhasil mengumpulkan empat rekomendasi program prioritas dari sepuluh kelompok kerja (Pokja) adat yang hadir. Rekomendasi ini mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat adat dan diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan pemerintah ke depan.
Empat Rekomendasi Utama dari Masyarakat Adat:
- Pendataan Orang Asli Papua (OAP): Mendesak pemerintah untuk segera melakukan pendataan komprehensif terhadap orang asli Papua guna memastikan perlindungan hak-hak mereka secara akurat.
- Pemetaan Hak Ulayat Adat: Menuntut percepatan pemetaan hak ulayat adat sebagai langkah krusial dalam melindungi kepemilikan tanah dan sumber daya alam masyarakat adat dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.
- Insentif dan Sarana Prasarana untuk Ondoafi dan Pimpinan Adat: Mengusulkan pemberian insentif serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi Ondoafi (kepala suku) dan pimpinan adat lainnya. Hal ini bertujuan untuk mendukung peran mereka dalam menjaga adat, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
- Ganti Rugi Hak Ulayat: Mendesak pemerintah untuk segera melakukan proses ganti rugi yang adil terhadap hak ulayat yang telah digunakan atau terdampak oleh pembangunan dan investasi.
Prioritas MRP untuk Triwulan Kedua 2025:
MRP juga menegaskan beberapa agenda prioritas yang akan dikejar pada Triwulan Kedua tahun 2025. Fokus utama akan diberikan pada penyelesaian hak ulayat, pengawasan ketat terhadap investasi pihak luar, serta definisi yang jelas mengenai orang asli Papua. Selain itu, MRP akan terus memperjuangkan hak politik 50 persen untuk orang asli Papua dan mengintensifkan konsolidasi tingkat adat bersama MRP guna memperkuat sinergi antara lembaga adat dan perwakilan rakyat.
Kegiatan penjaringan aspirasi ini menunjukkan komitmen kuat MRP dalam menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan masyarakat adat Papua, khususnya terkait perlindungan sumber daya alam dan tanah adat. (Arie)

















