Paraparatv.id | Jayapura | Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma menyerukan kader Partai Golkar Papua untuk bergerak memenangkan Banhur Tomi Mano sebagai Gubernur Papua di Pilkada PSU 2025
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Constant Karma menyerukan seluruh kader untuk mendukung pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025.
Constant Karma menyebut dukungan ini bukan sekadar keberpihakan, melainkan bentuk loyalitas terhadap sesama kader yang telah lama berjuang bersama membesarkan Golkar di Tanah Papua.
“Saya adalah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Papua, dan Ketua kami adalah John Tabo, Gubernur Papua Pegunungan. Kami telah berjuang bersama membesarkan Golkar di tanah ini,” tegas Constant dalam keterangan Pers di Jayapura, Jumat (25/7/2025).
Ia bercerita keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang mengecewakan banyak kader di Papua. Perahu politik partai berlambang pohon beringin justru diberikan kepada orang yang bukan kader Golkar Papua.
Padahal pada Pemilu Legislatif 14 Februari 2024, Partai Golkar telah meraih kemenangan besar di Papua. Golkar meraih 10 kursi di DPR Provinsi Papua, kemenangan di lima kabupaten, dan menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD di empat kabupaten lainnya.
“Satu bulan sebelum Pilkada, kami para kader di Papua melihat bahwa perahu kuning ini diberikan kepada orang lain yang bukan bagian dari perjuangan kami di daerah. Kami merasa bahwa keputusan DPP tidak mencerminkan keadilan bagi kader-kader yang telah membesarkan partai di daerah,” ungkapnya.
Sebagai fungsionaris partai, Constant Karma telah mengambil sikap tegas ketika keputusan politik DPP tidak sejalan dengan realitas dan semangat kader di Papua.
Karena sejatinya, prinsip dasar dari keberadaan partai politik adalah untuk mencetak kader pemimpin yang lahir dari rahim partai itu sendiri.
“Satu bulan sebelum Pilkada, saya bersama seluruh kader Golkar Papua di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kelurahan, hingga kampung, memutuskan untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai, yang saat itu maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Namun dalam proses berjalan didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi akibat persoalan administratif,” bebernya.
Constant juga menegaskan bahwa dirinya tetap merupakan kader sah Partai Golkar. Ia tidak keluar atau berpindah partai, karena aturan yang berlaku hanya mengharuskan pengunduran diri jika berpindah partai dalam konteks pencalonan legislatif, bukan kepala daerah.
“Saya ingin meluruskan, saya tidak keluar dari Golkar. Saya tetap sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Papua. Undang-undang partai menyatakan bahwa dalam kontestasi pilkada, figur bisa diusung oleh partai lain, dan itu sah menurut hukum,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh fungsionaris Golkar, dari tingkat provinsi hingga kampung, untuk bersatu dan tidak terpengaruh oleh dinamika di pusat.
“Sekalipun perahu kuning dipinjamkan kepada orang lain, kita sebagai pemilik perahu tetap berdiri teguh. Kita dukung BTM-CK karena mereka adalah kader yang sudah terbukti dan teruji,” ujarnya.
Constant Karma mengajak seluruh keluarga besar Golkar Papua untuk bangkit dan memenangkan PSU Pilgub Papua bersamanya.
“Kita pernah menang di pemilihan legislatif. Sekarang, saatnya kita buktikan kembali di pemungutan suara ulang. Mari kita menangkan BTM-CK demi masa depan Papua yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh kader Golkar Papua yang telah berjuang keras, bahkan menggunakan dana pribadi saat mencalonkan diri di Pileg lalu, demi menjaga kehormatan dan marwah partai.
“Sama seperti saya yang berjuang dan mengorbankan banyak hal untuk mendampingi Bapak BTM. Semua itu demi kebanggaan dan kehormatan Partai Golkar,” pungkasnya. (Er)
















