Paraparatv.id | Jayapura | Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Fakhiri, menyebut tiga daerah penyumbang angka kemiskinan di Provinsi Papua dalam sebuah forum publik.
Namun, pernyataan tersebut langsung dikoreksi oleh Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), yang menegaskan bahwa data yang disampaikan perlu diluruskan.
Matius Fakhiri sebelumnya menyebut tiga wilayah yang masuk zona merah kemiskinan adalah Kabupaten Waropen, Mamberamo, dan Sarmi.
Menanggapi hal itu, BTM menyampaikan koreksi dengan menyebutkan bahwa tiga daerah yang benar-benar masuk zona merah penyumbang angka kemiskinan adalah Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen.
“Saya ingin mengoreksi. Dari satu kota dan delapan kabupaten, daerah yang masih zona merah dan mempengaruhi IPM Papua adalah Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen,” tegas BTM.
Perbedaan Strategi Penanganan Kemiskinan
Dalam kesempatan itu, Fakhiri memaparkan pola penanganan kemiskinan yang ia nilai berbeda dibandingkan pendekatan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Biak Numfor.
Ia menyebut strategi ini akan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat di daerah, dengan mendorong intervensi sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan untuk mendorong pertumbuhan.
Sementara itu, Benhur Tomi Mano menegaskan bahwa untuk mengatasi kemiskinan di Papua, ada empat pilar utama yang menjadi fokus:
1. Pendidikan harus layak,
2. Kesehatan harus terjamin,
3. Ekonomi masyarakat harus kuat,
4. Infrastruktur harus terhubung antarwilayah.
“Tanpa konektivitas infrastruktur, pelayanan dan pertumbuhan tidak akan merata. Pendidikan dan kesehatan harus dijadikan prioritas agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan,” tegas BTM.(Er)
















