Example floating
Politik

BTM Nyalakan Semangat Juang Kader PKN untuk Papua Berdaulat dan Sejahtera

1043
×

BTM Nyalakan Semangat Juang Kader PKN untuk Papua Berdaulat dan Sejahtera

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Papua resmi digelar di Kota Jayapura, Sabtu 26 Juli 2025.

Rakorda dihadiri Calon Gubernur Papua nomor urut 01, Benhur Tomi Mano. Kehadiran BTM menjadi bukti kuatnya komitmen membawa perubahan nyata untuk Papua.

“Saya sampaikan terima kasih atas undangan yang penuh kehormatan ini. Ini lebih dari sekadar undangan, kehadiran saya adalah wujud dari komitmen bersama sebagai calon gubernur dan PKN sebagai partai pejuang, untuk membawa Papua ke arah yang lebih adil, berbudaya, dan bermartabat,” tegasnya.

BTM menyebut dukungan politik PKN kepadanya adalah kehormatan. Namun lebih dari itu, ini adalah penanda bahwa PKN sedang membangun tatanan politik yang baru, politik yang berpihak, yang beretika, dan yang menyentuh akar-akar kehidupan rakyat.

Menurut BTM, PSU pada 6 Agustus 2025 bukan sekadar pengulangan proses politik. Itu adalah penentuan arah masa depan untuk rakyat yang tersebar dari pesisir Sarmi hingga lembah-lembah Mamberamo Raya, dari pulau-pulau Yapen dan Supiori, hingga lorong-lorong kota Jayapura.

Dalam Pilkada sebelumnya, jumlah DPT mencapai 749.670 pemilih, dengan lebih dari 3.500 TPS tersebar di seluruh kabupaten/kota. Itu artinya, ratusan ribu suara rakyat sedang menunggu untuk dijawab dengan kerja nyata.

Sejatinya, realitas di balik angka memprihatinkan. Di Mamberamo Raya, misalnya, anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai dengan perahu kecil hanya untuk sampai ke sekolah dasar.

Di Sarmi, nelayan masih menggantungkan hidup dari hasil laut tanpa dukungan alat tangkap dan fasilitas penyimpanan yang layak.

Di Waropen dan pesisir pantai lainnya, mama-mama pasar masih berjalan kaki berkilometer. Mereka menjinjing bakul hasil bumi atau mengangkat ikan asin di atas kepala, menembus panas dan hujan demi menghidupi keluarga.

Kemudian di beberapa daerah lainnya, warga mungkin saja masih menukar hasil kebun mereka dengan beras dan minyak, bukan lewat pasar yang sehat, tetapi lewat sistem barter tak setara yang sudah bertahun-tahun dibiarkan.

“Inilah kenyataan kita hari ini. Papua adalah tanah yang kaya, namun sebagian rakyatnya masih miskin akses, miskin keadilan, dan miskin perhatian. Saya datang membawa visi yang lahir dari realita itu sendiri Terwujudnya Papua Maju, Mandiri dan Berbudaya,” ungkapnya

BTM mempertegas bahwa visi yang dibawanya untuk membangun Papua tidak hanya gantung di langit, namun turun ke bumi dalam program-program nyata.

Program tersebut meliputi reformasi birokrasi agar pemerintah hadir sampai ke distrik dan kampung.

Lalu, ekonomi kerakyatan, nelayan, petani, mama-mama pasar menjadi pelaku utama.

Untuk bidang pendidikan dan kesehatan, BTM akan memastikan sekolah, puskesmas, dan guru yang merata di semua wilayah.

Tentu saja, infrastruktur dan konektivitas antar wilayah yang menyatukan pulau, pesisir, dan lembah. Hebatnya lagi, digitalisasi UMKM dan ekonomi kreatif untuk generasi muda Papua.

“Penguatan keamanan daerah berbasis partisipasi masyarakat adat. Inilah jawaban kami, bukan sekadar janji di atas kertas, tetapi komitmen yang akan kami bawa sampai ke kantor pelayanan paling ujung di Papua,” tegasnya.

BTM menekankan bahwa program yang dibawanya tidak akan terwujud, apabila tidak menang. Maka itu, perlu kerja keras, terukur, dan disiplin untuk meraih kemenangan menuju pencoblosan.

“Kalau kita hanya punya 13 hari, maka 13 hari itu kita sulap jadi 13 hari perjuangan.
Kita rebut suara bukan dengan uang, tapi dengan keberanian, ketulusan, dan gerakan yang disiplin,” ucapnya.

Dihadapan kader PKN Papua, BTM mengingatkan soal PSU bukan hanya soal suara, tapi juga soal memulihkan kepercayaan rakyat.

Ia mencontohkan kasus penggelembungan 9.137 suara di Jayapura Selatan, yang menyebabkan pemberhentian 3 komisioner KPU. Kasus tersebut adalah bukti nyata bahwa perjuangan politik harus dibangun di atas keberanian dan kejujuran.

“PKN hadir bukan hanya untuk menang, tetapi untuk menjaga marwah demokrasi,” sambungnya.

Terakhir, BTM menyampaikan secara jujur dan terbuka bahwa PKN akan menjadi mitra strategis dalam sistem pemerintahan, apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur Papua.

Ia bahkan menegaskan bahwa PKN bukan hanya sebagai pengusung di luar pagar, tetapi sebagai penentu arah kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Karena saya percaya, PKN adalah kekuatan politik yang lahir dari suara yang bersih, dan diperjuangkan oleh kader-kader yang ikhlas,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, BTM menyampaikan sebuah pantun yakni
“Ke pantai Sarmi beli pinang dan kelapa,
Mampir ke pasar, senyum mama menyapa. Bergeraklah PKN, nyalakan bara semesta untuk Papua yang berdaulat dan sejahtera,” tutupnya. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *