Example floating
Politik

BTM-CK Akan Bangun Papua dari Kampung, Hadirkan Negara di Tengah Rakyat

390
×

BTM-CK Akan Bangun Papua dari Kampung, Hadirkan Negara di Tengah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Calon Gubernur Nomor Urut 1 Benhur Tomi Mano saat berbincang2 dengan salah satu mama mama di Distrik lereh,Kabupaten Jayapura 14 Juli 2025

Paraparatv.id | Jayapura | Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK) berkomitmen menghadirkan negara di tengah rakyat dalam pemerintahanya mendatang.

Komitmen ini ditegaskan saat kampanye di Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura, pada Senin, 14 Juli 2025,.

Dalam orasinya, BTM menegaskan pembangunan Papua dimulai dari kampung dengan perlindungan alam, pemberdayaan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas SDM.

Langkah agar Papua bisa berdiri mandiri dengan kekuatannya sendiri.“Pemerintah harus hadir bukan hanya di kota, tapi sampai ke akar rumput. Dari kampung ke provinsi, kami mulai dari yang paling dasar: kehidupan,” kata BTM

Ia juga menyampaikan bahwa Gunung Cyclop dan hutan sagu bukan ruang kosong, melainkan jantung kehidupan masyarakat adat yang harus dijaga dari ancaman eksploitasi tambang dan kerusakan ekosistem.

“Kami tolak tambang nikel di Cyclop. Ini bukan tanah kosong, ini sumber kehidupan,” tegas BTM.

Hutan Sagu Jadi Ekowisata Berbasis Budaya

BTM bersama Constant Karma juga menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan hutan sagu sebagai ekowisata berbasis budaya.

Komitmen itu bukan hanya soal pelestarian, tapi juga transformasi sagu menjadi berbagai produk olahan seperti tepung, es krim, hingga gula.

Pasangan ini juga menegaskan pentingnya menjaga air bersih dari Cyclop yang menghidupi masyarakat Jayapura.

“Menjaga air berarti membela kehidupan manusia yang tinggal di sekitar gugusan gunung ini,” kata BTM.

Untuk mendukung sektor pariwisata, BTM-CK berjanji memperbaiki akses jalan menuju kampung dan hutan sagu, serta menyiapkan jaringan internet dan BTS agar anak-anak sekolah bisa belajar daring dengan baik.

Angkat Ekonomi Mama Papua

Untuk sektor ekonomi kerakyatan, BTM menegaskan dukungan penuh terhadap usaha mama-mama Papua, mulai dari kopi lokal, ikan asar, hingga kerajinan tangan.

Mereka akan didampingi dari hulu hingga hilir, produksi, pelatihan, pengemasan, hingga pemasaran.

BTM juga akan menghadirkan festival budaya tahunan untuk menjaga identitas seni, tari, dan adat masyarakat Tabi dan Saireri.

“Visi saya adalah Papua yang maju, mandiri, dan berbudaya. Budaya harus dijaga, bukan ditinggalkan,” katanya.

BTM juga akan memastikan anak-anak dari kampung bisa sampai ke kantor gubernur, menjadi pemimpin masa depan.

Untuk itu, ia merancang program pendidikan berjenjang, dari beasiswa dalam dan luar negeri, bantuan skripsi, hingga asrama Tabi dan Saireri.

“Saya ingin anak Kampung Sereh kelak bantu saya duduk di kantor Gubernur Papua,” ucap BTM.

Pada kesempatan itu, BTM turut memperkenalkan program MBG (Makan Bersama Guru) yang sedang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Program ini sudah ia lakukan uji coba di dua sekolah di Kabupaten Jayapura, guna memastikan anak-anak tidak belajar dalam kondisi lapar.

Hadirkan Kapal Layanan Kesehatan ke Pelosok Negeri

Pada sektor kesehatan, BTM menargetkan angka harapan hidup orang Papua meningkat dari 74 ke 80 tahun, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.

BTM bilang, layanan puskesmas akan dilengkapi dokter spesialis dan peralatan canggih. Selain itu, puskesmas keliling, posyandu, dan kapal layanan kesehatan untuk menjangkau daerah terpencil.

BTM juga berkomitmen memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan kampung, air bersih, listrik, dan rumah layak huni.

Tak hanya itu, BTM-CK juga menyiapkan program sosial yakni Kartu Papua Maju yang terdiri dari enam kartu, yakni kartu sehat plus, kartu lansia, kartu pencari kerja, kartu nelayan, kartu tani, kartu disabilitas.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma juga menegaskan akan mendorong perlindungan aktivitas jualan mama-mama Papua.

Ia mencontohkan seperti penjual pinang dan sayuran, agar tetap eksis dan tidak terpinggirkan oleh kebijakan kota.

Constant Karma turut menyoroti pentingnya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK). Ia ingin mendorong pengembangan BLK agar dapat melahirkan tenaga kerja Papua yang kompeten dan siap bersaing.

“Kalau perlu kita tambah lagi BLK di titik strategis,” ujarnya. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *