Paraparatv.id | Sentani | Juru Bicara Calon Gubernur Benhur Tomi Mano dan Calon Wakil Gubernur Constan Karma (BTM-CK), Marshel Morin, menyorot tajam agenda kegiatan Forum Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI) pada 26 Juli 2025.
Sorotan ini menyusul adanya potensi dugaan kepentingan politis dalam kegiatan FKPPI yang akan digelar di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Jayapura.
Apalagi mencermati undangan, acara tersebut ditandatangani oleh beberapa organisasi dan akan dihadiri oleh Penjabat Gubernur Papua.
Secara substansi, Marshel menilai acara tersebut baik. Namun, ia dengan tegas memberikan peringatan keras agar tidak ada pihak yang memboncengi kepentingan politis dalam kegiatan ini.
“Jika kegiatan tersebut dibiayai oleh anggaran pemerintah dan terbukti ada unsur-unsur politik yang menguntungkan pihak tertentu dalam Pilkada PSU tanggal 6 Agustus 2025, kami menolak tegas,” tegas Marshel.
Marshel juga mengkritisi bahwa kegiatan sebesar itu seharusnya melibatkan unsur-unsur agama seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sinode Gereja, dan lain-lain.
Ia merasa acara tersebut terkesan disusun secara sepihak dan mengundang banyak orang, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya unsur-unsur kepentingan politik.
Oleh karena itu, Marshel meminta panitia dan Pj. Gubernur untuk bersikap terbuka kepada publik mengenai sumber dana dan tujuan sebenarnya dari acara tersebut.
Marshel juga menekankan pentingnya netralitas Pj Gubernur Papua dalam pelaksanaan Pilkada PSU mendatang.
“Kami meminta Pj. Gubernur harus netral dalam pelaksanaan Pilkada PSU mendatang, agar demokrasi di Papua bisa berjalan baik tanpa ada tendensi dan intervensi,” tegasnya.
Ia berharap proses PSU Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025 dapat berjalan sesuai aturan. Masyarakat dapat berdemokrasi dengan baik, damai, serta suka cita tanpa adanya konflik sosial. (Er)
















