Paraparatv.id | Biak | Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma meninjau pembangunan Gereja GKI Eben Haezer di Kampung Ibdi, Sabtu (7/6/2025)
Dalam kunjungan, Constant ditemani istri tercinta Regina Rumbiak. Tradisi adat Biak yang kental mewarnai penyambutan Tokoh Papua, tersebut.
Constant Karma bahkan dinobatkan sebagai Mananwir Sanadi oleh masyarakat Kampung Ibdi, Distrik Biak Utara, Papua.
Dalam penyambutan, Constant Karma menjalani prosesi pemberian piring adat, kalung, dan mahkota, sebagai simbol penghormatan dan penerimaan.
Constant Karma, yang baru saja dinobatkan sebagai Mananwir Sanadi, tampak membaur dengan warga dalam semangat kekeluargaan dan pelayanan masyarakat.
Dihadapan masyarakat, Constant Karma menekankan pentingnya pembangunan gereja sebagai pusat spiritual dan simbol kehadiran Tuhan di tengah kehidupan masyarakat kampung.
“Gedung gereja ini adalah berkat. Pembangunannya harus menjadi semangat bersama,”katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah lebih utama daripada pelaksanaan ritual adat sasi laut yang ditunda akibat kondisi pasang-surut.
“Yang paling penting adalah niat tulus membangun rumah Tuhan. Kita akan berjuang bersama,” sambungnya.
Selain soal pembangunan gereja, Constant Karma menyoroti pentingnya pelaksanaan demokrasi yang sehat menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan hak pilih.
“Kita ingin perubahan, dan itu dimulai dari atas hingga ke bawah. Gunakan hak suara dengan bijak. Tetap jaga kekompakan, dari pendeta, penatua, hingga majelis jemaat,” pesannya.
Constant Karma juga mengapresiasi kerja keras jemaat dan berjanji bersama calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano akan memperjuangkan bantuan dana hibah untuk percepatan pembangunan, jika sudah menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua.
“Saya lihat langsung pembangunannya, dan kami akan cari jalan agar ada bantuan hibah ke depan. Tempat ibadah ini harus menjadi tempat yang layak dan memberkati,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Constant Karma secara simbolis membuka acara barapen (bakar batu) dan turut serta dalam jamuan makan bersama warga sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Antinius Rumayon, menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan acara sasi laut yang semula direncanakan.
“Kondisi pasang-surut laut tidak diperhitungkan dengan baik, jadi acara ditunda. Kami akan menjadwalkan ulang saat laut sudah tenang,” tuturnya.
Usai peninjauan, Constant Karma menghadiri doa bersama dari masyarakat dan tokoh jemaat. Doa bersama itu bertujuan agar Constant Karma senantiasa diberkati dalam pengabdian, termasuk dalam pencalonan dirinya sebagai Wakil Gubernur Papua. (Er)

















