Paraparatv.id | Yapen | Menindak lanjuti aspirasi warga masyarakat Kampung Yapan dan Kampung Mantembu, Anggota DPR Provinsi Papua Adam Arisoy meninjau secara langsung lokasi dampak banjir di sungai Manainam, Kampung Mantembu, Distrik Anotaurei. Rabu (18/6/2025).
Dari hasil monitoring disebutkan bahwa, dampak banjir yang terjadi pada Kamis (5/6/2025) beberapa waktu lalu, sangat memprihatinkan, yang
-
mana peristiwa itu mengakibatkan longsor hingga menyeret sejumlah makam yang berada persis di pinggiran sungai.
Disisi lain, politisi partai Golkar ini memberi apresiasi atas respon cepat Pemda Yapen yang langsung mengarahkan alat berat untuk memproses normalisasi sungai.
“kondisi sungai manainam saat ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi Papua”.Kata Adam.
“Bahkan akan kami dorong terus hingga ke pemerintah pusat untuk melihat bagian ini, karena masyarakat juga tinggal di pinggiran sungai yang kalau datang banjir lagi pasti akan terdampak langsung,” Tambah Adam Arisoy.
Disebutkan bahwa, faktor lain penyebab banjir adalah sedimentasi (proses pengendapan material) yang diakibatkan oleh aktivitas tambang galian C yang dilakukan oleh salah satu perusahan di sekitar wilayah tersebut.
Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar penanganan banjir di sungai Manainum diatasi dengan Batu Tahu bukan dengan Bronjong.
“Karena bronjong suatu saat kawatnya akan putus jadi kalau boleh diatasi dengan batu tahu atau tiang pancang,” ujarnya.
“Jadi aspirasi ini akan kami kawal terus hingga ke pemerintah pusat, supaya segera diusulkan untuk diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Mantembu Hein Warkawani meminta agar pihak perusahan menghentikan aktivas galian C yang selama ini beroperasi.
Menurutnya, akibat dari aktivitas perusahan itu menyebabkan warga di Kampung Mantembu dan Yapan ikut merasakan dampak negatifnya setelah sekian lama beroperasi.
“Masyarakat kalau bawa material dampaknya tidak seperti begini, dan sebagian besar masyarakat disini adalah petani dengan aktivitas beragam disekitar sungai, tapi tidak pernah kami alami musibah separah ini,” tegasnya.
“Jadi kami minta pencabutan ijin perusahan ini dan perusahan lainnya segera dilakukan,” pungkasnya.(HB)
















