Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura akan segera melakukan perbaikan Lapangan Timbul Tenggelam yang terletak di Pulau Metu Debi, Teluk Youtefa, tepatnya di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu itu indah, bukan saja bagi mereka yang hidup di daratan yang mempunyai lapangan. Bahkan ketika kampung ada di laut pun Tuhan berikan lapangan ini adalah bukti nyata berkat tersebut.
“Ini bukan baru. Lapangan timbul tenggelam ini sudah ada sejak orang tua-tua. Kampung Enggros dan Tobati berada di laut, tapi mereka punya lapangan timbul tenggelam. Kalau air naik, lapangan ini terendam. Tapi kalau air surut, jadilah lapangan timbul tenggelam tempat anak-anak bermain,” kata Wali Kota, Abisai Rollo di sela sela kegiatan Turkam di Kampung Enggros, Kamis (12/6).
Abisai menambahkan bahwa Lapangan Timbul Tenggelam sudah sejak nenek moyang sampai hari ini, kini saatnya lapangan tersebut diperbaiki agar bisa digunakan kembali. Anak-anak dari kampung Enggros dan Tobati bisa bermain, bahkan mungkin ada pertandingan antara kampung anak-anak usia dini bisa pakai di lapangan timbul tenggelam
“Pemerintah akan bantu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga untuk perbaiki kembali lapangan ini agar bisa digunakan kembali oleh anak-anak,” ujar Abisai Rollo.
“Dari lapangan ini, kami harap muncul lagi Merauje Merauje yang baru setelah Siswan Merauje yang adalah seorang mantan penjaga gawang Persipura Jayapura dan Marckho Sandy Meraudje. Anak-anak Enggros bisa jadi pemain bola terkenal bisa juga untuk memperkuat Persipura, pemain nasional, bahkan bisa sampai ke internasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, turut menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap lapangan ini.
“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena menciptakan alam Teluk Youtefa ini, di mana pasir bisa timbul saat air meti, dan dijadikan sebagai lapangan sejak zaman leluhur. Ini adalah lapangan yang unik di Jayapura, bahkan di Indonesia dan dunia,” kata Albert saat mengikuti kegiatan Turkam Wali Kota Jayapura, di Kampung Enggros yang merupakan Dapilnya.
Alberth Merauje yang juga sebagai anggota Komisi IV DPR Papua berharap, setelah lapangan diperbaiki, akan muncul kembali pemain-pemain bola hebat dari Kampung Enggros, seperti dulu ada Daniel Hanasbey, dan lain lain yang pernah membawa nama besar Papua, bahkan hingga ke Belanda di era 60-an.
“Dari lapangan ini, kami harap muncul lagi Merauje yang baru. Anak-anak Enggros bisa jadi pemain Persipura, pemain nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Albert menjelaskan bahwa pembangunan lapangan ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tapi juga akan menghidupkan kembali ekonomi lokal.
“Kalau anak-anak main bola, maka mama mama bisa berjualan, speed boat jalan, dan sebagainya
ekonomi akan berputar. Ini juga bisa kurangi kenakalan remaja karena mereka sibuk latihan dan bertanding,” jelasnya.
Pembangunan lapangan akan dilakukan menggunakan metode betonisasi dengan plat yang dipasang saat air surut. Ukuran lapangan akan disesuaikan dengan standar kampung, yakni 60×90 meter. Untuk pengerjaannya membutuhkan waktu tidak lama. Targetnya, lapangan ini bisa selesai dan digunakan dalam perayaan 17 Agustus 2025.
“Kita berharap dari lapangan timbul tenggelam ini kedepan 10-15 tahun, kita akan dapat bibit bibit baru anak anak port numbay khususnya dari kampung enggros,” Ucapnya.
“Kita tidak semua harus jadi pegawai negeri, jadi TNI-POLRI tapi dengan kita latih bola sejak dini bisa jadi pemain hebat bawa nama kampung nama kota, negara dan lain-lain itulah olahraga dan bola kaki adalah olahraga yang paling digemari di seluruh dunia dan juga di tengah-tengah masyarakat sampai di kampung kampung,”terangnya.
Albert Merauje adalah salah satu penggagasnya karena ia mempunyai jiwa mendidik anak-anak dan selalu ada bersama dengan anak anak.
“Jadi saya lihat kondisi alam yang ada ini dan anak anak selalu main di bawah pohon kelapa sehingga, muncul ide saya lihat mereka bermain sehingga bagaimana kita harus timbul ide pikiran memang dulu sudah ada gawang nanti kita bikin agak sedikit bagus, sehingga kalau ada arus didalam dasar laut dia tidak kasih pasir naik, maka akan rata, “ujarnya.
Kepala Kampung Enggros Rully Marthen Merauje menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR Papua, Alberth Merauje, atas inisiatifnya mendorong pembangunan infrastruktur olahraga di kampung mereka.
Saat ini, satu-satunya lapangan yang dimiliki adalah Lapangan Timbul Tenggelam. Namun, dengan adanya inovasi dan dukungan dari DPR Papua, harapannya akan ada peningkatan fasilitas menuju lapangan yang lebih layak.
“Kami harap Pemerintah Kota Jayapura dapat menindaklanjuti usulan ini, karena sangat penting untuk pengembangan potensi generasi muda. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota Jayapura atas perhatian dan komitmennya bagi kemajuan kampung kami,” ujarnya.(VN)


















