Paraparatv.id | Biak Numfor | Calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Constant Karma, menghadiri undangan silaturahmi bersama sejumlah tokoh dan warga Muslim di Yafdas, Kabupaten Biak Numfor pada Minggu, 22 Juni 2025.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan itu, doa serta harapan mengalir dari para tokoh agama agar Constant Karma mendampingi Benhur Tomi Mano (BTM) sebagai Wakil Gubernur Papua jika nanti terpilih Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua pada 6 Agustus mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pemuda Batak Bersatu Biak dan tokoh komunitas pecinta sepak bola nasional di Biak, Iwan Ali, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga lintas paguyuban.
Dalam sambutannya, Constant Karma menceritakan perjalanan politik yang ia jalani hingga akhirnya dipilih sebagai calon wakil gubernur oleh BTM.
“Tidak ada rencana, tapi Tuhan telah berkehendak,” ujarnya.
CK, sapaan akrabnya, menyebut bahwa sejak awal dirinya dan BTM intens bersilaturahmi dengan berbagai organisasi paguyuban, mulai dari wilayah Tabi hingga Saireri.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak hanya terpusat di wilayah adat Tabi saja, tapi merata hingga daerah-daerah wilayah Saireri. Hal ini telah masuk dalam prioritas visi-misi BTM-CK.
Salah satu yang bakal diperjuangkan adalah pemekaran Provinsi Papua Utara. Hal ini sejalan dengan harapan besar masyarakat Biak.
“Pemekaran Provinsi Papua Utara yang mencakup wilayah adat Saireri telah masuk dalam program prioritas BTM-CK,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan aspirasi, di antaranya harapan agar jika terpilih, CK dapat menghadirkan lebih banyak perusahaan di Biak agar perputaran ekonomi berjalan lebih baik.
Menanggapi hal itu, ia berkomitmen mendorong investasi di Biak, termasuk pengembangan kawasan bandara untuk memperlancar konektivitas udara.
“Biak adalah pulau yang indah. Pariwisata akan jadi salah satu sektor unggulan,” jelasnya.
Di sektor pariwisata ini penting karena menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang besar.
Dari sekian banyak negara yang tertarik akan keindahan Papua, Jepang yang jaraknya dekat adalah pasar potensial.
“Kita juga akan upayakan agar event-event nasional digelar di Papua. Ini akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, hotel-hotel penuh, transportasi ramai, dan UMKM tumbuh,” katanya.
Tidak hanya itu, Constant Karma juga akan memperhatikan masjid di Biak, terutama yang masih ada kendala baik tanah atau hal lainnya.
Kemudian mengupayakan agar guru-guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mendapat perhatian dan insentif yang layak.
“Ini menjadi pekerjaan rumah saya dan BTM. Kita harus memastikan TPQ mendapat dukungan sebagai basis pendidikan karakter anak-anak kita,” jelasnya.
Silaturahmi ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Constant Karma dan Benhur Tomi Mano terpilih dalam PSU nanti dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Papua, khususnya Biak Numfor.(Er)

















