Paraparatv.id |Sentani| – Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Karang Taruna Kampung Waiya menggagas Turnamen Sepak Bola Waiya Cup yang dibuka secara resmi oleh Komjen (Purn) Mathius Derek Fakhiri (MDF) di Lapangan Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/5). Turnamen ini direncanakan berlangsung hingga 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Turnamen ini tidak sekadar kompetisi olahraga. Ia menjadi medium pembinaan karakter, ruang perjumpaan antar-kampung, dan simbol kebangkitan generasi muda Papua di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya, Fakhiri menegaskan bahwa masa depan Papua ada di tangan anak-anak muda hari ini. Oleh karena itu, mereka perlu diarahkan ke kegiatan-kegiatan yang membentuk disiplin, kerja sama, dan semangat juang — nilai-nilai yang terpatri dalam dunia olahraga.
“Kalau kita ingin Papua dan bangsa ini maju, maka tidak ada pilihan lain selain mempersiapkan generasi mudanya dengan baik. Tidak boleh ada ruang untuk kita abaikan mereka,” ujarnya di hadapan ratusan warga yang memadati lapangan.
MDF secara terbuka menyuarakan kekhawatiran atas masuknya pengaruh negatif seperti miras dan narkoba ke wilayah-wilayah kampung di Jayapura, termasuk Distrik Depapre. Menurutnya, membangun kegiatan positif seperti turnamen ini adalah cara strategis mencegah degradasi moral generasi muda.
“Saya yakin anak-anak muda yang berdiri di depan saya ini adalah mereka yang memilih jalan yang benar. Tidak ada miras, tidak ada ganja. Hanya dengan fisik dan mental yang sehat, mereka bisa ikut serta di turnamen ini,” katanya.
Dari Lapangan Kampung, Menuju Panggung Nasional
Lebih dari sekadar ajang pertandingan, Waiya Cup diharapkan dapat menjadi ladang pencarian bibit unggul yang kelak bisa memperkuat tim-tim besar di Papua, seperti Persipura Jayapura dan PSBS Biak, bahkan hingga tim nasional Indonesia.
MDF mengungkapkan bahwa Papua pernah mencatat sejarah besar di pentas nasional, seperti saat menjadi juara cabang sepak bola pada PON XX tahun 2021, saat ia bersama Bupati Jayapura Yunus Wonda menjadi bagian dari panitia penyelenggara.
“Kita sudah pernah buktikan di PON. Sekarang tinggal kita rawat terus semangat itu. Dari Waiya, dari Depapre, pemain hebat bisa lahir — asal kita konsisten memberi mereka ruang berkembang,” tegasnya.
Kehadiran mantan pemain Persipura Jayapura, Cristian Rangga, dalam acara pembukaan memberikan semangat tersendiri. Rangga menjadi simbol inspirasi bahwa mimpi besar bisa berawal dari lapangan sederhana di kampung.
Turnamen yang Menyatukan dan Menginspirasi
Turnamen Waiya Cup akan berlangsung selama lima bulan ke depan dan melibatkan tim-tim dari berbagai kampung di Distrik Depapre. Bukan hanya sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi alat perekat sosial yang memperkuat rasa persaudaraan antar pemuda.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kepemudaan dan penguatan UMKM lokal yang dapat tumbuh bersamaan dengan geliat olahraga di kampung-kampung.
“Kami siap dukung. Tidak hanya turnamennya, tapi juga potensi ekonomi yang bisa tumbuh bersamaan. UMKM dan olahraga bisa jalan bersama,” ujar Bupati.
Sebagai penutup, MDF menegaskan bahwa Waiya Cup bukan hanya ajang perebutan piala, tetapi bagian dari perjuangan bersama untuk mengarahkan pemuda Papua pada jalan kebaikan, semangat persatuan, dan masa depan yang lebih cerah.
Untuk diketahui, turnamen sepak bola Waiya Cup ini akan melaksanakan sistem open turnamen dan direncanakan akan ditutup pada Hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober mendatang. (Arie)

















