Paraparatv.id | Yapen | Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen mengirim ikan tenggiri dan kakap merah hasil tangkapan masyatakat seberat 14.000 kilogram atau 14 ton ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang di tandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Yapen Benyamin Arisoy di dampingi oleh Wakil Bupati Yapen Roi Palunga serta beberapa pimpinan OPD lainnya. Bertempat di pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne, Serui, Selasa (20/5/25)
Sebelumnya, telah di lakukan pengiriman 2 kali dengan masing-masing 10 ton maka total yang telah di kirim sebanyak 34 ton ikan.
Kepada media, Bupati tegaskan hal ini perlu mendapat perhatian khusus oleh pemerintah karena pengiriman ini menjadi bukti adanya peningkatan kualitas nelayan di Kepulauan Yapen.
“Jadi kita identifikasi potensi ikan tenggiri dan kakap merah dulu. Kebanyakan ada di wilayah Raimbawi, Kurudu dan sekitarnya,” kata Bupati Yapen.
Menurut Bupati, selama ini nelayan masih mengelola hasil tangkapnya sendiri sehingga perlu difasilitasi oleh Pemda Yapen berupa sarana dan prasarana untuk meningkatkan produksi.
Karena, lanjut bupati, dengan keterbatasan sarana, nelayan mampu untuk mengelola hasil tangkapannya sendiri, hingga diproses ke PT Jayawi Ambon Internasional untuk dikirim ke luar daerah.
“Karena itu saya kira tugas kita adalah menyediakan fasilitas disetiap wilayah yang memiliki potensi komoditas ikan tenggiri dan kakap merah,” jelasnya.
“Kita ini hanya punya potensi di sektor kelautan dan perikanan, jadi dukungan akan diberikan baik dari segi pendanaan, sarana prasana dan lain sebagianya untuk mendukung produksi nelayan. Saya pikir agar semua pihak memberikan perhatian ke sektor ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ihsan Tuharea Manager Operasional PT. Jayawijaya Ambon Internasional menambahkan, proses pengumpulan ikan dari nelayan, dimulai sejak desember 2024 lalu.
“Jadi ini periode ketiga pengiriman ikan dari Kepulauan Yapen ke Jakarta,” ungkapnya.
Kendati begitu, menurut Iksan, nelayan masih perlu diberi sosialisasi khusus terkait pengelolaan hasil tangkapan sejak masih dilautan.
Karena, kata dia, masyarakat di Kepulauan Yapen masih menggunakan alat pancing tradisional serta teknik pembekuan ikan saat masih di perahu juga penting disosialisasikan kepada nelayan.
“Memang hasilnya ada yang bagus dan ada yang rusak jadi penanganan ikan pasca ditangkap itu yang perlu diketahui nelayan. Kalau untuk yang dikirim hari ini tentu adalah kualitas terbaik yang sudah diproses dan siap dikirim menggunakan KM Ciremai,” jelasnya.
Sarana lain, lanjutnya, ketersediaan es batu untuk pembekuan ikan pasca ditangkap nelayan.
Karena di Kabupaten Kepulauan Yapen belum memiliki tempat produksi es balok untuk kebutuhan nelayan.
“Jadi rantai dinginnya yang harus dijaga, hal ini yang masih menjadi kendala sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari Pemda Yapen,” imbuhnya.
“Hal lain yang menyangkut proses pengiriman juga perlu diperhatikan nelayan agar ketersediaan ikan bisa ada tepat waktu dan proses pengiriman tidak terlalu lama sampai enam bulan lamanya,” pungkasnya(HB)

















