Example floating
Peristiwa

Masyarakat Depapre Curhat ke Fakhiri: Pendidikan Mahal, Ikan Sulit Dijual, Nelayan Butuh Kapal

559
×

Masyarakat Depapre Curhat ke Fakhiri: Pendidikan Mahal, Ikan Sulit Dijual, Nelayan Butuh Kapal

Sebarkan artikel ini
Calon gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri saat foto bersama usai pertemuan dengan masyarakat di Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Foto : Ari Bagus Poernomo

Paraparatv.id |Sentani| — Warga Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menyampaikan langsung keluh kesah mereka kepada Calon Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri (MDF), saat kunjungan silaturahmi yang berlangsung, Selasa 13 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu krusial disampaikan: mulai dari kesenjangan layanan kesehatan, pendidikan mahal, hingga sulitnya nelayan menjual hasil tangkapan.

Yakop Wayangkau, warga Kampung Waiya, menyuarakan keresahan soal akses pendidikan dan kesehatan yang dinilai tidak merata. Ia menegaskan, masyarakat ekonomi lemah masih kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

“Antara yang mampu dan tidak mampu, ada jarak yang lebar. Kami di bawah ini sering tak bisa berobat karena fasilitas dan biaya. Tolong ini jadi perhatian Pak Mathius kalau nanti jadi gubernur,” kata Yakop.

Ia juga menyinggung minimnya infrastruktur pendidikan serta kurangnya guru di daerah mereka. “Sekolah memang ada, tapi bangunannya rusak, guru kurang, dan biaya sekolah tinggi. Anak-anak kami susah lanjut sekolah,” keluhnya.

Tak hanya itu, masalah ekonomi juga mencuat. Blandina Banosro, ibu rumah tangga di Kampung Kendate, mengatakan para istri nelayan terpaksa mengolah hasil tangkapan seperti ikan tuna menjadi abon dan pentol karena sulit menjual ikan segar.

“Kami sudah coba buat olahan, tapi masih bingung cari pasar. Harapannya, Pak Mathius bisa bantu kami pasarkan produk ini ke luar,” ucap Blandina.

Sementara itu, Charles Banosro, nelayan setempat, meminta perhatian pada kebutuhan armada laut. Ia menyebut nelayan Kendate masih menggunakan perahu tradisional untuk menangkap ikan.

“Kami ini penghasil tuna terbaik di Papua, tapi masih pakai perahu kecil. Kami butuh kapal yang layak biar bisa melaut lebih jauh,” tegas Charles.

Menanggapi aspirasi warga, Mathius D. Fakhiri berkomitmen akan menjadikan persoalan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat sebagai prioritas jika terpilih memimpin Papua.

“Apa yang saya dengar hari ini sangat penting. Saya tidak akan tutup mata. Kita akan wujudkan pelayanan yang adil dan akses yang setara bagi semua,” ujar MDF.

Kampung Kendate dikenal sebagai kampung nelayan dengan hasil laut berkualitas tinggi, khususnya ikan tuna. Namun keterbatasan fasilitas membuat potensi besar ini belum tergarap maksimal. MDF berjanji akan memperjuangkan perubahan nyata untuk masyarakat pesisir seperti di Depapre.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *