Paraparatv.id | Jayapura | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), panitia lokal bersama PGI Pusat menggelar dialog interaktif yang disiarkan langsung oleh RRI Jayapura pada Sabtu (24/5/2025).
Dialog ini menyoroti peran gereja dalam menghadapi berbagai krisis sosial dan keluarga di era modern.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Ketua Panitia Lokal Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), dan Sekretaris Umum Panitia Pusat HUT PGI ke- 27, Pdt. Audi Wisang.
Pdt. Audi Wisang dalam paparannya menekankan pentingnya gereja untuk tetap relevan di tengah situasi yang disebutnya sebagai polycrisis gabungan dari berbagai krisis seperti krisis keluarga, kebangsaan, dan lingkungan.
“Gereja harus membangun ketangguhan dan relevansi dalam menghadapi perubahan zaman, terutama dengan masifnya pengaruh media sosial terhadap karakter anak-anak,” ungkap Pdt. Audi Wisang.
Ia menyebut bahwa pengaruh gereja dalam membentuk karakter anak menurun dari 47% pada 1960-an menjadi hanya 7% saat ini, sementara media sosial mengambil peran dominan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai unit dasar dalam membentuk karakter dan iman anak.
Karena itu, PGI menetapkan isu krisis keluarga sebagai fokus utama sepanjang tahun 2025.
“Kita harus mengembalikan peran keluarga sebagai pilar utama dalam membentuk karakter dan kecintaan anak pada gereja dan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Benhur Tomi Mano menyampaikan bahwa puncak perayaan HUT ke-75 PGI akan digelar pada Minggu, 25 Mei 2025 pukul 17.00 WIT di Gedung Gereja Pniel Kotaraja, Jayapura. Ibadah syukur akan dipimpin oleh Pdt. Jacklevyn Manuputty dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PGI.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan ini, antara lain:
* Penanaman 750 pohon cemara pantai di pesisir Holtekamp
* Seminar Kaum Bapak di Jemaat GKI Pniel Kotaraja
* Penanaman terumbu karang di Depapre
* Ziarah oikoumene mengenang para pembawa Injil di Papua
* Semiloka teologi dan penjembatanan dokumen keesaan gereja
* Aksi donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Jayapura (mengumpulkan 40 kantong darah)
BTM menegaskan bahwa PGI adalah payung bagi 103 sinode di Indonesia, dengan 53 di antaranya berada di Papua. Dalam peringatan ini, tujuh sinode terlibat aktif, termasuk Sinode GKI, Gereja Kalam Kudus, GPI, Gereja Oikoumene, HKBP, Gereja Kemah Injil Indonesia, dan GPAI.
“Perayaan ini adalah agenda nasional yang menunjukkan kesatuan gereja-gereja di Tanah Papua dalam memberitakan Firman Tuhan dan melayani umat. Ini adalah momentum kebangkitan gereja untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
BTM juga mengajak seluruh sinode dan klasis untuk hadir dalam ibadah syukur HUT PGI ke-75 dan menyukseskannya. Ia menekankan pentingnya persatuan gereja demi transformasi Papua yang lebih baik.
“Gereja harus bersatu dalam visi dan misi pelayanan. Kaum Bapak juga harus menjadi panutan sebagai imam dalam keluarga, untuk membentuk karakter anak-anak dan memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
(ER)
















