Paraparatv.id |Sentani| – Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri, menyampaikan komitmen tegas untuk mengakhiri keterisolasian wilayah pedalaman Papua melalui pembangunan jalan dan infrastruktur dasar. Hal ini disampaikan saat dirinya mengunjungi masyarakat di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/5).
Fakhiri menyoroti realita pahit yang masih dialami warga di wilayah pegunungan dan pesisir terpencil: akses jalan yang minim, pelayan Kesehatan dan Pendidikan yang belum memadai serta koneksi internet yang tidak stabil, hingga distribusi barang dan hasil pertanian yang terhambat. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga merugikan ekonomi masyarakat.
“Banyak buah dan hasil kebun masyarakat busuk di tempat karena tidak ada jalan untuk membawa ke kota. Ini kerugian nyata yang terjadi setiap musim hujan,” tegasnya kepada paraparatv.id.
Dalam visinya sebagai calon gubernur, Fakhiri berkomitmen membangun jaringan jalan tembus yang menghubungkan wilayah strategis—mulai dari Jayapura-Wamena, Sarmi-Waropen, hingga Waropen-Nabire. Ia menilai konektivitas antardaerah merupakan syarat mutlak untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang baru bagi warga.

Lebih dari sekadar membangun jalan, Fakhiri menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga—pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Ia juga menyoroti peran masyarakat dalam menyediakan lahan untuk pembangunan.
“Semua tanah di Papua ada pemiliknya. Tanpa dukungan warga, pembangunan jalan dan infrastruktur tidak bisa berjalan. Saya minta masyarakat membuka diri. Ini untuk masa depan bersama,” ujarnya.
Fakhiri juga menggarisbawahi perlunya perubahan pola pikir di antara pemimpin dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan Papua tidak akan berhasil jika hanya dijalankan secara parsial dan tanpa semangat kolektif.
“Kalau kita terus terjebak dalam cara berpikir lama, Papua akan terus tertinggal. Sekarang waktunya bersatu, membuka akses, dan membangkitkan ekonomi,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa jika seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersinergi, pembangunan yang inklusif dan merata akan benar-benar terwujud di tanah Papua. (Arie)
















