Example floating
Peristiwa

Bripda Josua Jadi Korban Pembacokan di RSUD Dekai, Aparat Bergerak Cepat Kejar Pelaku

384
×

Bripda Josua Jadi Korban Pembacokan di RSUD Dekai, Aparat Bergerak Cepat Kejar Pelaku

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id |Dekai|— Kekerasan terhadap aparat kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Seorang anggota Polres Yahukimo, Bripda Josua Ridwan Oberlin Nainggolan (22), menjadi korban serangan oleh orang tak dikenal (OTK) di lingkungan RSUD Dekai pada Rabu malam, sekitar pukul 20.55 WIT. Insiden ini menambah daftar panjang ancaman yang dihadapi aparat keamanan di daerah rawan konflik seperti Yahukimo.

Berdasarkan informasi resmi dari Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2025, tim gabungan yang dipimpin oleh IPDA Balthazar Tuhumury segera dikerahkan setelah menerima laporan melalui saluran HT dari personel jaga. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan langkah-langkah pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Korban, Bripda Josua, mengalami sejumlah luka serius akibat serangan senjata tajam. Beruntung, ia masih dalam kondisi sadar dan stabil, dan saat ini tengah mendapatkan penanganan medis intensif di ruang UGD RSUD Dekai. Tim dokter menyatakan kondisi korban masih memungkinkan untuk pulih, meskipun trauma fisik dan psikologis akibat peristiwa tersebut cukup berat.

Salah satu saksi kunci, Bripda Randy M. Depondoye, menyampaikan bahwa sebelum kejadian, korban sempat meminta diantar ke RSUD Dekai untuk menjenguk kekasihnya yang sedang menjalani perawatan. Setibanya di lokasi, korban terlihat berbincang dengan tiga remaja yang diduga warga asli Papua. Bripda Randy kemudian kembali ke markas. Tak lama berselang, informasi mengenai penyerangan terhadap Bripda Josua diterima melalui jaringan komunikasi internal.

Saksi lainnya yang berada di dalam area rumah sakit menyatakan sempat mendengar teriakan minta tolong, sebelum melihat korban berlari dalam kondisi luka dan kemudian jatuh tak jauh dari pintu masuk UGD. Respons cepat tim medis di RSUD membantu menyelamatkan nyawa korban.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, yang langsung menerima laporan kejadian, menyampaikan bahwa peristiwa ini akan menjadi fokus utama penanganan dalam operasi penegakan hukum di Papua. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap anggota Polri, terlebih saat tidak dalam keadaan konfrontatif, adalah bentuk tindakan kriminal yang tidak akan dibiarkan.

“Kami tidak akan mentolerir setiap bentuk kekerasan terhadap aparat negara, apalagi terhadap anggota yang tengah menjalankan tugas secara damai. Tim kami sudah diterjunkan untuk memburu pelaku, dan proses hukum akan ditegakkan seadil-adilnya,” ujar Brigjen Faizal. Ia juga memastikan bahwa keamanan di Yahukimo tetap dijaga agar masyarakat tidak perlu merasa takut.

Senada dengan itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu liar yang bisa memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan, serta peran kepolisian sebagai pelindung masyarakat.

“Kami minta masyarakat Yahukimo tetap menjaga ketenangan. Jangan terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Polri hadir di tengah-tengah warga untuk memberikan perlindungan dan rasa aman, dan kami terus bekerja keras menjaga stabilitas keamanan di Papua,” tegas Kombes Yusuf.

Saat ini, proses penyelidikan terus dilakukan secara intensif. Tim Operasi Damai Cartenz bersama jajaran kepolisian wilayah Yahukimo sedang menelusuri jejak pelaku berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti awal yang dikumpulkan di lapangan. Pengejaran terus dilakukan, dan aparat memastikan bahwa seluruh upaya akan dikerahkan agar pelaku kekerasan segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. (Arie)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *