Paraparatv.id | Intan Jaya | Dedikasi Satgas Pamtas Mobile Yonif 509/BY di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah berbuah semangat persatuan setelah Juru Bicara TPNPB/OPM Kodap VIII Kemabu-WPA nyatakan ikrar dan masuk ke pangkuan NKRI.
Sikap patriot Desen Sani dinyatakan saat momen peringatan HUT TNI ke-79 di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. Dengan hati yang mantap, Desen Sani menanggalkan statusnya sebagai Juru Bicara TPNPB/OPM Kodap VIII Kemabu-WPA.
Ia secara lantang meneguhkan janjinya untuk Ibu Pertiwi, Indonesia. Ikrar Desen Sani itu tak terlepas oleh dedikasi Satgas Pamtas Mobile Yonif 509/BY di tengah kehidupan masyarakat Sugapa.
“Kami menyatakan bahwa kami kembali kepada NKRI dengan sepenuh hati,” ucap Desen Sani di Sugapa, Sabtu (5/10).
“Kami berjanji tidak akan bergabung lagi dengan TPNPB/OPM dan siap mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Sugapa, Intan Jaya,” lanjutnya menegaskan.
Demi menjaga keamanan dan kedamaian, Desen mewakili segenap tokoh masyarakat dari enam kampung dan enam gereja di Sugapa, menolak keras kehadiran OPM.
“kami menolak dan siap mengusir OPM yang mencoba masuk dan buat onar di wilayah kami,” tegas dia.
Desen diketahui bergabung dalam kelompok TPNPB/OPM Kodap VIII Kemabu-WPA pimpinan Sabinus Waker sejak tahun 2019. Dia mengaku pernah membeli amunisi kaliber 5,56 milimeter sebanyak 40 butir dari Nabire dan diberikan kepada Panglima Kodap VIII Kemabu-WPA, Sabinus Waker.
Desen juga diketahui terlibat dalam aksi penolakan pembangunan patung Yesus di Sugapa pada Minggu, 21 Januari 2024. Aksi tersebut dipimpin oleh Dinus Tigadu dan Marten Tigadu yang menimbulkan gangguan keamanan di kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya.*(redaksi)

















