Example floating
BERITASosial Budaya

Video Aurelie Moeremans Dianggap Melecehkan Adat Istiadat Papua

14740
×

Video Aurelie Moeremans Dianggap Melecehkan Adat Istiadat Papua

Sebarkan artikel ini
Potret Aurelie Moeremans membuat sagu di Papua (instagram.com/aurelie)

Paraparatv.id | Sentani | Belum lama ini viral sebuah video yang menunjukan artis cantik, Aurelie Moeremans menokok sagu di Papua.

Menanggapi video yang tengah viral itu, Tokoh adat Papua, Yo Ondofollo Kampung Babrongko, Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Ramses Wally menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Aurelie teleh melecehkan adat istiadat orang Papua.

Ramses meminta agar WWF yang membawa Aurelie untuk memerankan video tersebut untuk segera membuat membuat klarifikasi terkait dengan video yang telah viral itu.

“Maksud dan tujuannya apa. Karena sejak dahulu kala perempuan mau siapapun dia tidak diperbolehkan untuk menokok ataupun memangkur sagu, hanya boleh membantu memeras atau memerah sagu saja” ungkapnya.

Ramses menuturkan bahwa, dirinya paham maksud dan tujuan dari WWF yang ingin mengangkat adat istiadat dan tradisi Papua, tetapi dia menyarankan jika ingin melakukan sesuatu yang berurusan dengan adat istiadat sekiranya melakukan koordinasi kepada kepala suku ataupun tetua adat terlebih dahulu.

“Jangan asal-asalan, hanya karena ingin mengejar viral saja sehingga melupakan atau mengesampingkan adat istiadat kami” tuturnya.

“Kami orang Papua hidup dan selalu berusaha untuk mempertahankan adat istiadat kami, jangan karena kepentingan satu dan lain pihak kalian mengesampingkan kami pemilik hak ulayat diatas tanah ini. Saya dengan tegas meminta agar WWF segera memberikan klarifikasi atas video yang telah viral itu” ucapnya.

Dia menambahkan video seorang wanita menokok sagu sangatlah tidak pantas untuk dipertontonkan ke publik. Karena menurutnya itu telah melecehkan adat istiadat orang Papua.

“Jangan karena hanya ingin viral, kalian melecehkan kami orang Papua. Dengan kalian mempertontonkan video itu sama saja kalian mengajarkan anak-anak dan generasi Papua untuk melakukan pelecehan terhadap adat istiadatnya sendiri. Hal ini tidak harus segera diklarifikasi oleh WWF yang mengundang artis itu untuk membuat video. Jelaskan kepada kami apa maksud dan tujuan dari pembuatan video itu. Jangan lecehkan kami hanya untuk kepentingan anda” pungkasnya. (Arie)

Example 120x600

Respon (17)

    1. Di tegur saja, kalau memang salah. Toh kalau memang tidak boleh tokok sagu. Maklum saja orang baru. Jangan sampai ujung²nya bakar batu dan lain². Tidak usah di perbesar panjang×lebar.

  1. Bapa RW jangan berbicara budaya Papua dgn hanya memotret tradisi pangkur sagu di wilayah Sentani dan sekitarnya, coba lihat tradisi masyarakat Kab Mamberamo Raya, mulai dari menebang, memangkur, memeras dan menyajikan semua dilakukan oleh kaum hawa.

  2. Salahnya dimana? Sekarang orang pake mesin parut ganti tokok sagu artinya budaya sentani sudah bergeser.

  3. Di Lereh dekat ini saja ,mm yang berkebun ,tebang sagu,tokok sagu,ramas sagu pikul lagi bawa pulang. Sampai di rumah masak air bikin papeda,suruh bapa yang makan duluan.

  4. Bapa RW dengan tidak mengurangi rasa hormat. Bapa sepertinya belum pernah ke daerah lain selain di kampung bapa atau bagaimana? Papua sangat kaya akan kebiasaan dan tradisi. mungkin di kampung bapa kaum pria yg melakukan ekstrasi, tapi kalo dilihat di Unurum Guay tempat aurelie pergi, itu sebagian besar dilakukan secara bersama dan tidak dibedakan gendernya. saya yakin di daerah lain jg sperti itu. salam.

  5. Adat … Adat … Adat menyebabkan otak buntu dan ketinggalan jaman. Tinggalkan Adat yg menghambat kemajuan.

  6. Tidak masalah, sy pikir mungkin di daerah Sentani seperti itu kalau daerah lainvdi Papua tidak, maka jangan kaitkan dengan Papua seluruhnya, bilang saja Sentani tom

  7. Masalah vidio saja di bawa adat , di vidio itu jelas kalau ibuk aurilie atau artis tersebut mempraktekkan atau mencontohkan cara kerja alat tersebut, kalau mau bilang adat.? Kenapa kalian ganti adat kalian dengan mesin parut tolong jelaskan itu.? Seharunya kalian malu dan bersyukur karna artis tersebut dia berani turun di lapangan dan mengambil resiko hanya untuk tunjukan tradisi kalian yang suda di ganti sama mesin parut itu.!!

  8. Komentar itu tidak benar cari sensasi saja, mama saya juga tokok sagu, tahu apa Tetang sagu, hanya cari sensasi saja… Ramses jangan bikin malu kami orang Papua…maaf ya untuk semua jangan di tanggapi komentar pak Ramses wally

  9. Putih Kulit Lurus Rambut Aku Papua eh. . Salah, Hitam Kulit Keriting Rambut Aku Papua.
    Tra tahu malu, Tra tahu Adat, tra Beradab, tra punya sopan santun, Tata Krama & Etika.

    Kita Menyimak Pemeran di vidio ini / seorang model begini jelas yang dikatakan Bpk Ramses Wally bahwa ini adalah “Pelecahan Adat”, Sangat benar, Pertama Dia bukan Perempuan sebagai Anak / Orang Asli Papua,
    Kedua Dia Melakukan Tindakan Tebang Pohon & Tokok / Pangkur Sagu dengan Menggunakan Alat tradisional / Adat & Busana / Pakaian Adat tdk jelas,
    Ketiga WWF Tidak Adakan Pertemuan / Koordinasi dengan Tetua Adat, Ondoafi / Ondofolo serta LMA & DAD Papua, Kemudian ditambahkan lagi juga Para Pelaku Mesin Parut Sagu yang ada di Papua itu telah membuat kacau dan Merusak Tatanan Adat Orang Asli Papua Tentang Cara Tebang Pohon Sagu, Tokok / Pangkur Sagu.

    Saya sebagai Anak Orang Asli Papua dan Anak Adat Merasa Diri Saya tidak Pantas Melakoni / Berperan mengambil Alih Sebagai Anak atau Suku lain untuk Mempublikasikan ke Mancanegara / Internasional tradisi tata cara suku lain, Apalagi tata cara Adat Istiadat sejak jaman nenek moyang di tiap suku suku di Papua.

    Kepada Sdra/i yang berkomentar disini, Saya bertanya Apakah kalian Anak Orang Asli Papua Keturunan Ondoafi / Ondofolo atau Kepala Suku? Atau Orang Pendatang?, atau Kalau Kalian Orang Papua yang berkomentar disini berkata bahwa Perempuan boleh Tebang Pohon Sagu berarti Sdra/i bukan Asli Orang Papua “Ko itu Pendatang lahir besar Papua / Ko itu Pernakan Papua dan Satu Keluargamu Tidak tahu Adat Istiadat Di Tanah Papua,
    Apabila kamu anak Gen Milenial / Gen Z yang Ada di Papua atau luar Papua memang jelas tidak tahu Adat Istiadat Di Tanah Papua Oleh karena itu Jangan Pakai Pola Pikir Pendidikan Umum tanpa tahu jelas Tatanan Adat Papua yang tidak Diajarkan dalam Sistem Pendidikan / Kurikulum Sejarah Budaya, Suku & Adat Istiadat.

    Saya terangkan Lebih jelas Sejak Jaman Nenek Moyang dan Adat Istiadat Di Tanah Papua bahwa Pohon Sagu Tumbuh di dataran rendah berada pada tanah berair dan tidak banyak ditemukan di Sebagian wilayah Papua, Sagu hanya tumbuh di tanah berair dan Tempat Yang disebut “Dusun Sagu” hanya pada Orang atau suku tertentu yang punya, kemudian kawin mengawain antar suku saling memberi Sagu dan menanam di lain tempat hingga berkembangbiak seperti Perkawinan antar suku dan Sagu Menjadi Makanan Pokok Suku suku di Papua. Singkat cerita Bahwa Anak Perempuan dilarang Menebang Pohon Sagu, Tokok / Pangkur Sagu karena hal ini adalah Pekerjaan Laki laki Ada Tata Cara Ritual / Syukuran Atas Berkat dan Supaya Tana atau Dusun tetap Subur dan Bertumbuh Lebih banyak dan Pohon Sagu tudak Mati / Punah dan hal itu tidak Diperbolehkan untuk Perempuan melakukannya karena Akan Melanggar Tatanan Adat dan Sanksi Hukum Adat “KECUALI” Meramas / Membilas dan Membentuk Sagu Basa serta Membuat menjadi Papeda atau Sagu Kering yang dibakar Fornoh / Sinole dll di tiap suku suku sebutan bahasa beda beda. Proses akhir setelah menjadi Sagu di sini bisa dilakukan oleh siapapun orang di belahan dunia manapun ” KECUALI MENEBANG POHON DAN TOKOK / PANGKUR SAGU”.

    Lebih jelas Persoalannya disini Peran / Seorang Model Atas nama Aurelia Salah dalam Melakukan Tata Cara Adat Tebang Pohon Sagu dan Tokok / Pangkur. Karena tidak Diperbolehkan Siapapun Perempuan dari muka bumi mana pun Melakukan hal ini secara Adat, Akan Tetapi Zaman Milenial dan Gen Z Di Papua dan Di Luar Papua saat ini Gagal Paham Adat Istiadat Orang Papua Karena itu Semua Orang baik laki laki / perempuan bisa menebang pohon sekaligus tokok / pangkur sagu.

    Sekarang mari Kita Perjelas Berharap diklarifikasi vidio tersebut dan juga berhentikan / bubarkan Pelaku Mesin Parut Sagu supaya kedepan tidak lagi ada orang orang atau pihak pihak yang menyalagunakan Adat Istiadat Orang Papua atau Suku suku juga Adat dan Suku suku lain di luar Papua.

    1. Punten a ulah terlalu dramatis,anu pastina hirup mah sa’ukur sementara, di maklum jalma anyar teu apal nanaon, yang penting model eta nyontokeun anu Hade maksudna lain arek nggogoreng, sakitu we ti abdi mah, bisi hoyong terang adat anu langkung seu’eur Ameng ka bandung a,ka bumi abdi anu bakal bebas di arahkeun kusaha wae psti bakal di bere terang Dina teu apalna Oge, moal Aya sistim klaripikasi kitu lah di jamin????. Omat hirup teh sing alalakur coba men????????????.

  10. Mungkin di daerah sentani sj kapa? Kalau kami di randawaya biasa mama² yg tokok. Ramas, tebang..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *