Paraparatv.id | Sentani | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo mengungkapkan sejumlah hal yang akan menjadi tantangan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.
Tantangan yang pertama dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia menurut Wetipo adalah Politik uang.
Dan menurutnya hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Karena berdasarkan hasil survei, hingga saat ini masih ada 21.8 persen masyarakat di Indonesia yang setuju bahwa pemilu adalah momen yang tepat untuk mendapatkan uang.
Namun dari survei itu juga terdapat 29.1 persen masyarakat Indonesia yang berpendapat bahwa politik uang adalah penghambat demokrasi.
“Sementara sisanya memutuskan untuk tetap menerima uang dari calon terentu namun memutuskan memilih berdasarkan keputusan pribadi” kata John saat memberikan sambutan di acara Rakornas FKUB yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Sentani, Senin (23/10).
Selain politik uang, penyebaran berita hoax di media sosial sangatlah berpotensi menimbulkan keresahan dalam seluruh tahapan pemilu.
Hal ini disampaikannya mengingat bahwa saat ini 70 persen rakyat di Republik Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial.
“Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa saja terhasut oleh berita-berita hoax yang disebar di media sosial” ungkapnya.
Ditambahkannya selain maraknya berita hoax yang tersebar di internet, politik identitas juga memanfaatkan media sosial.
Oleh sebab itu Wetipo mengimbau kepada masyarakat untuk jeli dalam melihat berita yang beredar di media sosial.
Untuk di Papua, Wetipo menuturkan bahwa pelaksanaan Pemilu di Papua khusus di di Provinsi Papua Tengah dan Pegunungan agak berbeda dengan daerah lainnya.
Karena di dua provinsi itu menggunakan sistem noken. Oleh sebab itu dia meminta kepada para penyelenggara pemilu agar dapat lebih jeli dalam melaksanakan Pemilu di kedua daerah tersebut.
“Karena dua provinsi ini paling rawan terjadi kecurangan sehingga patut untuk diwaspadai” pungkasnya. (Arie)

















