Example floating
BERITA

Ketua Komisi II DPR-RI dan Ratusan Penumpang Dibohongi Oleh Maskapai Lion Air

698
×

Ketua Komisi II DPR-RI dan Ratusan Penumpang Dibohongi Oleh Maskapai Lion Air

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPR-RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menunggu di VIP Room Bandara Sentani Sabtu (14/10) sejak pukul 11.00 WIT - 19.30 WIT.

Paraparatv.id |Sentani|  Ketua Komisi II DPR-RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh maskapai penerbangan Lion Air.

Hal ini disampaikannya karena dirinya beserta ratusan penumpang lain yang telah dijadwalkan take off dari Jayapura, Papua ke Manokwari, Papua Barat pada hari Sabtu (14/10/2023) pukul 11.00 WIT terpaksa harus menunggu kurang lebih 9 jam untuk dapat sampai ke kota tujuan.

“Saya menyampaikan ini mewakili sekitar 215 orang penumpang Lion Air yang seharusnya terbang pada Sabtu, 14 Oktober 2023 siang dari Jayapura ke Manokwari,” tulisnya dalam pesan singkat yang diterima redaksi.

Namun hingga pukul 13.30 WIT, lanjutnya, penumpang juga belum dapat kepastian dari pihak maskapai Lion Air, apakah jadi terbang atau tidak. Alasan yang disampaikan pun berubah-ubah.
“Alasan pertama yang disampaikan, bahwa pesawat mengalami kerusakan. Kemudian berubah lagi, disampaikan bahwa cuaca di Manokwari sangat buruk, sehingga tidak memungkinkan untuk mendarat,” ujar Wakil Ketua Umum Korbid Pemenangan Pemilu Golkar Periode 2019-2024.

“Memasuki pukul 14.00 WIT atau jam dua siang, disampaikan lagi informasi bahwa tidak ada lagi penerbangan di siang hari itu ke Manokwari dengan alasan kerusakan pesawat dan penumpang akan dialihkan ke keberangkatan pukul 18.00 WIT, menunggu pesawat yang datang dari Menado. Namun, disampaikanlah informasi bahwa tidak ada lagi penerbangan di siang hari itu ke Manokwari, atau dibatalkan sama sekali dengan alasan pesawat dari Makassar (bukan Menado) tidak bisa mendarat,” sambung Legislator Partai Golkar DPR RI ini.

Dari kronologis tersebut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan bahwa manajemen Lion Air bekerja dengan sangat tidak profesional dan mengabaikan sama sekali prinsip-prinsip pelayanan publik.

Terkait dengan alasan pesawat rusak, Ahmad Doli Kurnia menyampaikan bahwa alasan itu ia dapatkan dalam dua hari terakhir. Sehari sebelumnya, kejadian yang sama dialami oleh penumpang yang menuju Timika.

“Kemudian ternyata pesawat ke Manokwari tersebut, tidak bisa dipergunakan karena GPS nya rusak. Artinya, pesawat yang terbang adalah pesawat yang secara teknis tidak laik terbang, tetapi tetap diizinkan terbang. Kejadian seperti ini sebenarnya sudah beberapa kali saya alami dan banyak cerita juga yang saya dapat,” paparnya.

“Yang saya heran, kenapa pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) seakan diam dan seperti gak ada apa-apa. Saya juga pernah dapat cerita dari Pj. Gubernur Papua Barat, yang pernah mengalami kejadian hampir serupa. Saya pun menyampaikan kepada Menteri Perhubungan dan pak Menteri menjawab, ‘Gak bisa diintervensi, karena perusahaan swasta’. Inikan lucu sekali jawabannya pak Menteri,” akunya.

Maskapai Lion Air Melakukan Pembohongan Publik
Dirinya mengatakan, seharusnya maskapai Lion Air jujur saja. Kalau memang pesawatnya rusak, ya bilang rusak saja. “Jangan buat alasan cuaca buruk. Kalau gak ada pesawat lagi, ya bilang saja gak ada. Tidak usah mengarang cerita, bilang sore akan ada pesawat dari Manado,” tegasnya.

“Akhirnya kami bisa mendarat di Sorong sekitar pukul 20.58 WIT. Rupanya itu hanya transit dan bersiap ke Manokwari. Namun ternyata sudah ada ratusan penumpang lagi yang harus menunggu dari jam 8 pagi di Bandara Sorong yang ingin ke Manokwari. Di antara mereka ada yang cerita ke saya, kalau mereka tidak sempat lagi melihat jenazah ibunya, yang sudah harus dikebumikan tadi siang. Luar biasa sekali kelalaian Lion Air, yang hanya bisa membuat rakyat menderita,” tambahnya.

Dengan demikian, Ahmad Doli Kurnia menyampaikan, perihal keberatan atau kritikan ini agar semua kita tahu betapa gampangnya maskapai Lion Air mengelola perusahaan pelayanan publik itu dengan suka-suka.

“Sekaligus saya mengingatkan buat siapa saja yang berani mengambil peran untuk melayani masyarakat, apalagi masyarakat itu sudah bayar dalam mendapatkan pelayanan, untuk bisa sungguh-sungguh melayani. Atau kalau tidak bisa, lebih baik berhenti atau tutup saja usaha untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (Arie)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *