Example floating
Example floating
BERITASosial Budaya

Tutari, Situs Prasejarah yang Terlupakan

151
×

Tutari, Situs Prasejarah yang Terlupakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id|Jayapura| Situs prasejarah Megalitikum Tutari yang terletak di Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura kini terbengkalai dan tak terurus bahkan terlupakan.

Padahal, situs ini merupakan cikal bakal dari kreatifitas masyarakat adat Sentani yang ingin menuangkan kreatifitasnya dalam seni lukis dan ukir.

Situs ini merupakan peninggalan arkeologi berupa bongkahan batu-batu besar yang permukaannya berwarna hitam.

Pada permukaannya, terdapat corak atau motif ukiran yang dibuat pada masa prasejarah yang digambarkan dengan cara digores.

Melansir dari aman.or.id, Tutari dalam bahasa Sentani, terdiri dari dua kata, yaitu “tu” dan “tari” yang berarti matahari dan lingkaran. Secara harfiah, “tutari” dapat diterjemahkan sebagai matahari yang berada di tengah-tengah lingkaran.

Matahari itu dapat digambarkan sebagai wadah tanah liat yang ditopang oleh anyaman rotan yang berbentuk lingkaran. Seperti diketahui bahwa gerabah tradisional Sentani, bagian dasarnya memang tidak rata atau cekung, sehingga dibutuhkan lingkaran rotan sebagai penyangga agar tidak goyang.

Hal tersebut sebenarnya menggambarkan sistem kepemimpinan tradisional Masyarakat Adat di Sentani. Tu diibaratkan seorang pemimpin yang ditopang oleh tari atau masyarakat. Maka, jika seorang pemimpin tidak didukung oleh masyarakatnya, pemerintahannya akan gaduh dan tidak stabil.

Tutari serupa kapsul waktu dari masa prasejarah ke masa kini yang berisi pesan tentang kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki sifat yang baik karena sudah diberikan kepercayaan dari rakyat untuk memimpin mereka semua. Seorang pemimpin pun diharapkan mampu menampung aspirasi dan menjadikan sesuatu yang dipimpinnya menjadi lebih baik lagi.

Untuk melestarikan situs peninggalan prasejarah ini Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura akan mencoba berkomunikasi dengan pemerintah Provinsi Papua.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo saat ditemui wartawan, Senin (31/07).

Hal ini dilakukan karena Situs Megalitikum Tutari ini merupakan Aset dari Pemerintah Provinsi Papua yang dikelola oleh Badan Arkeologi setetempat.

“Kita akan coba ajak Pemprov untuk duduk bersama agar tempat ini kami, Pemkab Jayapura yang kelola” katanya.

Dikatakannya situs ini bisa dijadikan tempat wisata edukatif bagi seluruh masyarakat baik yang ada di Kabupaten Jayapura maupun wisatawan yang berasal dari luar.

Lebih lanjut ditambahkannya, jika dikelola dengan baik, situs ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada disekitar situs tersebut. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *