Paraparatv.id |Jayapura| Anes Telenggen, keluarga co pilot Sam air menyatakan bahwa pihak kelurga siap untuk membantu proses evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat SAM Air di hutan pegunungan Yalimo.
Meski menyatakan siap untuk membantu proses evakuasi, namun ia menuturkan semua keputusan diserahkan kepada tim SAR.
Anes juga mengaku bahwa kondisi Geografis di Kabupaten Yalimo cukuplah sulit.
“kemarin ada beberapa pihak keluarga kami yang sudah pergi ke Wamena untuk koordinasi dengan ketua tim disana, tapi mungkin karena belum ada respon keluarga kami yang siap membantu masih ada di Yalimo” ucapnya
“kami sudah komunikasi dengan teman-teman dan keluarga di Yalimo serta masyarakat yang ada disana, mereka akan lihat kondisi alam yang ada disana. Kalau memang tidak bisa masyarakat akan jalan kaki menuju lokasi untuk membatu proses evakuasi” tambahnya.
Hingga sore ini, belum di update dari kantor SAR terkait dengan proses evakuasi dari ke enam korban jatuhnya pesawat SAM Air di daerah pegunungan Yalimo.
Sebelumnya, Danlanud Silas Papare Marseka Pertama Dadan Gunawan mengatakan, anggita tim SAR Gabungan belum dapat menembus titik jatuhnya pesawat dikarenakan Medan yang cukup sulit.
Selain terkendala Medan, proses evakuasi juga berjalan alot dikarenakan jarak pandang yang semakin tipis.
“hanya 10 meter jarak pandang karena kabut sudah turun di lokasi, disana kalau sudah diatas jam 2 siang kabut sudah mulai turun sehingga mengganggu jalannya proses evakuasi” katanya
“sehingga tim yang sudah sampai disana saat ini memutuskan untuk beristirahat dan akan dilanjutkan besok pagi karena jarak pandang yang tidak memungkinkan” tutupnya. (Arie)















