Paraparatv.id ǀ Sentani ǀ Sidang Klasis GKI Sentani XIX Tahun 2022 resmi dibuka oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, bertempat di Jemaat Onomi Flavouw, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/11).
Sidang Klasis GKI Sentani XIX yang akan berlangsung pada tanggal 3-6 November 2022, diawali dengan ibadah Pembukaan Sidang yang dipimpin olen Pdt. Syanur Abas, yang juga mantan Wakil Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua.
Usai Pembukaan Sidang, Pdt. Andrikus Mofu yang kami temui menyebutkan, setidaknya ada lima hal penting yang harus diperhatikan dalam sidang klasis ini.
“Pertama-tama saya mengajak semua bersyukur kepada tuhan karena pembukaan sidang berjalan dengan baik hari ini, dan seperti dalam sambutan saya tadi, ada lima hal penting yang harus diperhatikan dalam sidang klasis,” kata Pdt. Andrikus Mofu.
Dikatakan sidang klasis adalah tempat dimana dilakukan evaluasi terhadap pekerjaan pelayanan pada 5 tahun sebelumnya, baik menyangkut dengan program pelayanan tapi juga keuangan.
“Disini juga akan dibahas dan juga program dan anggaran untuk 5 tahun berikutnya, 2022-2027. Selain itu akan ada penetapan jemaat-jemaat baru, kemudian akan dilaksanakan pemilihan, baik Badan Pekerja Klasis tapi juga Ketua BPG untuk masa bakti 2022-2027,” ujar Ketua Sinode di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, Kamis (3/11) siang.
“Kemudian mereka juga akan menggumuli persoalan-persoalan dan masalah yang timbul di jemaat-jemaat yang ada,” tambahnya.
Pdt. Andrikus Mofu juga mengingatkan agar para peserta sidang supaya mengikuti sidang dengan baik, serta menjaga wibawa sidang ini agar sidang ini berlangsung sesuai dengan tujuan dan apa yang ingin dicapai.
“Nah, diingatkan kepada seluruh peserta dan Badan Pekerja Klasis untuk sama-sama tetap menjaga kondisi persidangan ini, ketertiban dan disiplin menjadi bagian yang penting,” tegasnya.
“Di sidang ini juga kita memperhatikan hal-hal yang telah ditetapkan pada Sidang Sinode XVIII di Waropen, yang dilakukan sebelum sidang klasis ini, karena itu apa yang sudah menjadi ketetapan pada sidang sinode ke depan kiranya akan kita jabarkan,” ucapnya.
Dirinya berharap dengan badan pekerja klasis yang baru, bersama dengan majelis jemaat mereka akan memperhatikan semuanya ini supaya jika dokumen-dokumen penting gereja ini disosialisasikan, dan dapat dilaksanakan dengan baik.
Selanjutntnya dikatakan, akan dilakukan tata kelola pelayanan berbasis data, karena itu setiap pelayan gereja yang notabene adalah pegawai GKI tetapi juga majelis jemaat, harus memastikan dan tahu berapa jumlah warga jemaatnya.
“Harus ada strategi-strategi baru, harus ada pendekatan-pendekatan baru seperti yang saya sebut dengan pendekatan-pendekatan pelayanan, inovasi-inovasi baru yang dilakukan untuk mendekatkan warga-warga gereja terhadap pelayan,” pungkasnya.
Pria yang sudah menjabat Ketua Sinode di Tanah Papua untuk kali kedua ini, meyatakan bahwa Badan Pekerja Sinode ke depan akan menegaskan kepada para pelayan (pegawai GKI) supaya serius, karena yang tidak bekerja, atau yang tidak disiplin, maka tentu akan diberi tindakan.
Terkait agenda sidang klasis untuk memilih Badan Pekerja Klasis, Pdt. Mofu menegaskan mereka yang akan dipilih setidaknya harus memiliki integritas yaitu bertanggung jawab penuh dengan pekerjaan pelayanan tetapi juga harus memiliki kemampuan leadership, yaitu kemampuan untuk menata pelayanan yang baik.
Sidang Klasis GKI Sentani XIX berlangsung tanggal 3-6 November 2022, bertempat di Jemaat Flavouw, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, mengusung tema, “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan.” (II Korintus 5:18-19 & Mazmur 72:2-3)
Dengan Sub tema, “Melalui Sidang Klasis GKI Sentani XIX, Klasis GKI Sentani Senantiasa Bertekad Menata Diri Menuju Gereja yang Dewasa Mandiri dan Missioner”. (RZR)

















