Terancam Punah, Pemerintah Diminta Tetapkan Koridor Satwa Endemik Papua

Paraparatv.id|Manokwari|Guna melindungi dan melestarikan Satwa Endemik. Pemerintah Daerah (Pemda) diminta membuat koridor satwa endemik Papua.

Pasalnya, berbagai satwa endemik di wilayah Papua Barat seperti burung pintar, burung Cendrawasih, burung Mambruk, burung Kasuari, Kupu-kupu sayap burung, dan Kuskus terancam punah.

“Saya lihat, memang belum ada upaya–upaya pelestarian dan kajian ilmiah yang intensif untuk pemanfaatan,”ujar Ir Deny Anjelus Iyai, S,Pt., M.Sc.,IPU, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Papua (Unipa) saat ditemui wartawan, Rabu (09/08/2022).

Semenjak provinsi Papua Barat berdiri hingga kini, menurutnya, dari sisi program belum terlihat keseriusan Pemda dalam hal memberikan perlindungan.

Kenapa demikian, lanjut dia, misalnya di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) yang memiliki banyak satwa endemik diantaranya Kupu-kupu Sayap Burung.

“Sudah mulai langkah atau sulit untuk dijumpai lagi. Harus ada koridor satwa, karena satwa endemik,”sebut Dekan Fakultas Peternakan Unipa.

Pentingnya koridor itu, kata dia, supaya satwa-satwa ini bisa mendapatkan ruang atau wilayah untuk melangsungkan kehidupannya.

“Jika tidak, berarti satwa – satwa liar ini akan terjepit atau terisolasi dan mungkin tidak berkembang. Kemudian kita akan sulit untuk menjumpai satwa – satwa ini,”imbuh dia.

Maka, dia menyarankan kepada pemerintah agar bisa membuat sebuah regulasi yang mengatur tentang koridor satwa liar, karena penetapan koridor satwa membutuhkan tempat dan ruang, yang tidak boleh dialih fungsikan.

“Kita harus lebih fokus menghasilkan kebijakan-kebijakan khusus yang mengembangkan satwa liar, agar dapat memberikan manfaat nyata. Bukan saja kepada masyarakat, tapi kepada Pemda juga,”ucapnya.

Selain itu, dia menegaskan kagi, Pemda harus lebih komitmen memberikan perlindungan, terutama mengenai penetapan koridor.

Supaya, kata dia, satwa endemik yang selalu dibanggakan orang asli Papua (OAP) seperti burung Cendrwasih, burung Mambruk, burung Kasuari, Kura-kura Reimani, Hiu Karpet Berbintik, Kanguru Pohon Mantel, dan Kuskus tetap ada.

“Kita tidak hanya sebatas gunakan satwa satwa ini sebagai logo atau lambang daerah saja, tapi bagaimana eksen kita untuk melestarikannya,”tandasnya. (AI)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.