BERITA  

Rapat Kerja Komisi V, Membahas R-APBD Bersama Disorda dan RSUD Dok II

Paraparatv.id | Jayapura | Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR) Komisi V kembali menggelar Rapat Kerja, membahas Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Provinsi Papua Perubahan Tahun Anggaran 2022.

Mengagendakan pembahasan anggaran pada mitra-mitra Komisi V DPR Papua tersebut, yakni dari Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Rapat di gelar disalah satu hotel di Abepura, Jayapura, Jumat (5/8).

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy mengatakan, rapat pembahasan anggaran bersama dengan mitra Disroda terkait dengan APBD Perubahan yang menjadi kebutuhan dari Disorda bagaimana menyelesaikan utang venue softball dan baseball di Uncen.

“Saya berharap utang yang ada harus diselesaikan, jangan lagi menunda ini kan utang sisa dari Pekan Olahraga Nasional (PON) sebesar Rp. 34 miliar, agar di perubahan besok kita sudah melihat hal yang lain lagi”ujarnya.

Pembahasan anggaran bersama Direktur RSUD DOK II membahas bagaimana dengan kebutuhan-kebutuhan RSUD Dok II hari ini karena RSUD DOK II sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Yang lebih penting ialah pelayanan kepada masyarakat dan kebutuhan alat CT Scan dan Bahan Habis Pakai (BHP) “Saya berharap agar dua alat tersebut menjadi catatan penting ada perhatian dari pemerintah provinsi bahwa RSUD Dok II ini adalah rumah sakit nomor satu di Papua dan sebagai rumah sakit rujukan utama Pemerintah Provinsi, ct scan dan bhp dibutuhkan dan harus ada di rumah sakit, dan didalam perubahan kalau boleh dimasukkan”jelas Kemasan Jack Komboy

Kepala Disorda Provinsi Papua, Alexander K. Y. Kapisa, ST., mengatakan ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat mengenai progres realisasi administrasi dan fisik, pihaknya dari bulan Januari hingga Agustus sudah melaporkan ke DPR Papua sampai dengan saat ini progres fisik dari dinas olahraga sendiri sudah mencapai 51persen terhadap administrasi keuangan.

“Kami juga membahas masalah penyelesaian utang venue yang masih ada di dinas olahraga, dikarenakan keterbatasan anggaran di APBD Induk dan nanti masuk ke APBD Perubahan hari ini kami laporkan dan puji Tuhan akan terealisasi dalam APBD, sehingga kedepan yang berkaitan dengan hutang itu sudah tidak boleh ada lagi, pada intinya kami dari dinas olahraga tidak ada penambahan anggaran hanya ada pembayaran hutang saja”jelasnya.

Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote menyampaikan hasil rapat pertemuan pembahasan anggaran yang dengan Komisi V DPR Papua, dirinya memberikan apresiasi dan proaktif kepada anggota DPR Papua dalam fungsi pengawasan terhadap rumah sakit sebagai pelayanan publik di Provinsi Papua.

“Kami sudah menyampaikan beberapa program prioitas yang perlu menjadi perhatian DPR dan pemerintah dalam pemenuhan anggaran kami meminta agar pelayanan rumah sakit pada tahun ini bisa berjalan dengan baik”ucapnya.

Beberapa hal terkait dengan pelayanan dasar pasien, kebutuhan pasien baik medis ataupun non medis semua sudah dirinya sampaikan. (SIL)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.