Yunus Wonda: Buat Papua Aman Dulu Baru Bicara Pemekaran

banner 468x60

Paraparatv.id |Jayapura | Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Rakyat Papua (DPRP) Dr. Yunus Wonda, SH., MH mengatakan bahwa Daerah Otonom Baru (DOB) kita semua ikuti.

Belum lama ini pihaknya menerima aspirasi yang diajukan oleh DPR Wamena, DPR Jayawijaya, DPR Tolikara dan DPR Mimika mereka menyampaikan hasil, aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada mereka dan di serahkan kepada DPRP untuk meneruskan, Kamis (9/6).

“Kalau kita melihat sebagian besar masyarakat Papua itu menolak jadi kita tidak bisa paksakan, jadi kalimat bilang segelintir sekelompok itu tidak bisa, hampir semua kabupaten memberikan penolakan dan itu yang harus menjadi perhatian oleh pemerintah pusat dalam hal ini DPR RI. Anda boleh memutuskan, tetapi anda harus melihat bahwa rakyat Papua yang akan melaksanakan bahkan menerima itu , masyarakat menolak, hari ini mereka tahu percis ketika pemekaran itu terjadi sudah pasti orang Papua akan tersisih di atas tanah mereka” ujarnya.

“Jadi untuk itu kalau hari ini target DOB agar bagaimana supaya meredam isu aspirasi papua merdeka itu tidak akan pernah bisa, mau seratus pemekaran isu papua merdeka tidak akan pernah berhenti” ungkapnya.

Lanjut kata Yunus Wonda langkah yang harus diambill oleh pemerintah pusat dan DPRRI pertama adalah kita duduk bicara untuk penyelesaiaan persoalaan Papua.

“Dalam hal bahwa kami harus buat Papua aman, Nyaman terlebih dahulu kita harus hindari konflik dulu, bagaimana caranya konflik diselesaikan di Papua, kenapa itu harus dilakukan lebih utama dengan begitu maka pembangunan di Papua akan berjalan dengan baik, rakyat Papua akan merasa menikmati tetapi kalau kondisi Papua seperti hari ini itu tidak bisa, mau sehebat apapun kita mau bangun, sehebat apapun provinsi kita mau lakukan dengan beberapa pemekaran tidak akan pernah bisa menyelesaikan konflik Papua” ungkapnya.

“Persoalan Papua hanya satu kami harap Pusat melihat Papua dengan hati, ingat bahwa rakyat Papua, masyarakat Papua adalah satu suku ras yang kecil dalam negara ini, negara harus memberikan proteksi harus memberikan perlindungan”.

“Karena dengan pemekaran sudah pasti orang Papua akan tersisih, kalau ada yang bilang bahwa pemekaran akan membuat orang Papua sejahtera itu omong kosong”.

Hari ini teman teman kita di Papua Barat apakah mereka sejahtera, tidak ada, jadi solusi pemekaran untuk Papua hanya satu kita selesaikan konflik terlebih dahulu, berikan kenyamanan kepada masyarakat Papua baru kita jalan laksanakan pembangunan.

“Saran kami kepada pemerintah pusat dalam hal ini kepala DPR RI buka mata hati, lihat masalah Papua hari ini buka mata hati liat kondisi papua hari ini. Lindungi orang Papua yang hanya berjumlah sedikit ini, jumlah orang Papua sedikit sekali terus kita membuat pemekaran untuk siapa”pungkasnya.

“Kepada teman-teman yang di DPR RI yang berasal dari Papua, lihat rakyatmu hari ini yang memberikan asprisasi, memberikan suara kepada anda lihat mereka hari ini.

Orang Pusat harus melihat orang Papua mau apa tentang kesejahteraan kita tidak bicara isu papua merdeka, kita bicara tentang kesejahteraan orang Papua, Ekonomi harus diangkat di Papua, Industri harus dibangun di Papua bagaimana orang Papua anak anak Papua bisa ada lapangan pekerjaan” ujarnya.

“Bagaimana ekonomi mau bangkit kalau semua instrument ekonomi itu tidak ada di Papua, berapapun kita bangun pemekaran sama saja orang Papua akan mengalami situasi sama sampai hari ini, bahkan sampai dunia kiamat orang Papua akan begitu saja”ungkapnya.

Untuk itu menjadi program pertama adalah bagaimana ekonomi diangkat, proteksi Papua harus di wujudkan dan terutama dengan membanggun industri-industri di Papua. Pabrik-pabrik harus dijadikan di Papua, kenapa tidak bikin para investor-investor luar negeri masuk di Papua, hari ini para investor mau masuk di Papua dia tidak akan pernah bisa, selam Papua itu tidak aman, untuk itu mari kerja keras yang harus dilakukan pemerintah pusat adalah bicara tentang kenyamanan dan keamanan terlebih dahulu.

Hari ini kita bayangkan disudut sana dibelakang gunung, dipelosok-pelosok masih ada konflik, masih ada penembakan ada berapa banyak anak yatim piatu, istri-istri menjadi janda, banyak yang jadi korban baik itu orang asli Papua (OAP) atau non Papua dan juga anggota TNI, anggota kepolisian yang menjadi korban diatas tanah ini, harus ciptakan kondisi aman, nyaman dahulu baru bicara soal pemekaran. (SIL/AI)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.