Kembangkan Sistem Bertani Yang lebih Mudah, Wakil Bupati Jayapura Optimis Berikan Kontribusi

banner 468x60


Paraparatv.id |Sentani| Didorong oleh upaya pemenuhan kebutuhan cabe di Jayapura khususnya di kabupaten Jayapura, membuat seorang petani cabe, Giri Wijayantoro yang juga wakil bupati Jayapura tertarik untuk serius mengeluti pertanian, selain kecintaannya pada anggrek, kini bertanam cabe menjadi fokusnya untuk memberikan kontribusi.
Rabu (22/6/2022), saya dan sejumlah rekan media diajak Pak Giri mengunjungi lahan cabe miliknya di Nimbokrang, yang sedang panen ke dua. Saat memasuki lahan seluas 6 hektar itu terhampar luas pohon cabe seluas 3 hektar yang siap dipanen,dan tampak beberapa pemetik cabe sudah lebih dulu memanen cabe.
Menjadi petani cabe menurut Giri sebetulnya bisa menjadi pilihan asal mau mempelajarinya. Karena, pertanian saat ini sudah berbeda jauh dengan pertanian yang dikelola generasi sebelumnya.

Menurut Giri, Dalam dunia pertanian, sebenarnya banyak kesempatan terbuka untuk mencapai kesuksesan. Namun di balik itu, banyak pula tantangan yang ditemukan.Karena banyaknya kesulitan yang ditemukan, beberapa orang mungkin berpikir untuk mengakhiri usahanya di bidang pertanian. Padahal, sebagai negara agraris, potensi pertanian Indonesia sebenarnya tidak perlu diragukan lagi. Namun tetap saja kita harus berusaha untuk membuat pertanian kita semakin baik,
“Dan kita bisa merubah nasib di dalam waktu yang singkat. ini saya tanam bulan 2 tanggal 20 sekarang sudah panen, jadi sekira 4 bulan ini sudah bisa menghasilkan 1 bulan, kalau cuma 40 juta dapat ya dalam dalam satu bulan ini untuk lahan 1 hektar. Jadi petani itu memang kalah penampilan tapi tidak boleh kalah tabungan,” ujarnya.
Wakil Bupati Jayapura mengatakan tidak ada yang susah untuk bertani karena sistem bertani yang dia coba kembangkan itu dibuat lebih mudah, tidak menggunakan cangkul dan perlakukan khusus untuk mengatasi hama dan gulma yang biasa terjadi pada tanaman cabe,
Untuk tahap awal ini, Giri menjelaskan Sistem bertani yang dikembangkan untuk mengendalikan hama dan gulma ada dua yakni dengan metode pemasangan Mulsa dan weedmat control, mulai dari proses awal pengolahan lahan, pembedengan dua teknik ini cukup berhasil dilakukan , “ Kita belikan namanya weedmat control ya semacam rumput untuk menutup supaya rumput tidak tumbuh dan disitu kita bisa hemat banyak, dan penyemprotan spray itu juga pakai selang misting jadi tidak menggunakan manusia lagi untuk nyemprot,”. Untuk kedepannya Ia akan coba kembangkan lebih modern dengan kontrol yang lebih mudah dengan timer, sehingga sesuai jadwal jelas jadi lebih mudah untuk bertani, “ jadi yang perlu dengan tenaga manusia hanya pada waktu tanam dan panen, tapi perawatan Saya kira tidak harus dengan tenaga manusia lagi kita coba menggunakan alat-alat yang sederhana tapi memudahkan petani tersendiri,” jelasnya.
“saya optimis bisa dan Ini bukti bahwa dari bulan 2 tanggal 20 kita tanam sekarang sudah panen ya masih banyak. komoditas yang lain contohnya Kapulaga belum saya melihat juga ya dan juga yang jangka panjang seperti menghasilkan gula merah gula merah di Papua sekarang datang dari Jawa datang dari Makassar datang dari Gorontalo Kenapa kita sendiri kalau kita mau menanam, Saya kira ada Aren genjah ya, jadi jangan Aren dalam, kalau Aren dalam kita tunggu kadang capek 15 tahun baru berbuah Tetapi kalau Aren genjah sekira 6 tahun sudah bisa panen dan setiap hari itu menghasilkan sekitar 20 liter dan kalau 1 liter dijual Rp10.000 itu menghasilkan Rp 200.000 setiap hari selama 6 bulan.
pria yang lahir di Wamena 56 tahun silam selain berdedikasi tinggi, Giri mengaku tidak minder dengan apa yang dilakukan karena menurutnya jabatan yang ia emban saat ini adalah ujian, sehingga tidak harus berbangga diri.
“Seorang pemimpin daerah bisa dinilai berhasil apabila masyarakatnya lebih sejahtera, dan kalau saya cuma cerita itu sama dengan omong kosong Artinya bahwa saya punya teori tanpa saya praktek omong kosong tapi praktek tidak punya satu bekal teori yang bagus itu juga masuk jurang yang jadi memang harus kerja yang nyatain seperti ini kita sama-sama, ini yang selalu saya coba sampaikan juga di sela-sela setiap sambutan saya supaya merubah pola pikir masyarakat tentang bertani itu susah terutama untuk orang asli papua,”
Hingga senja menjeleng, sebanyak 100 kg lebih cabe dipanen pada panen kedua itu, Giri menambahkan Selain tanaman cabe, beberapa komiditas pertanian seperti Aren juga punya potensi untuk dikembangkan di kabupaten, namun perlu keseriusan dan dukungan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Jayapura yang lebih baik untuk Kesejahteraan Masyarakat. (FB)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.