GTRA Diharapkan Dapat Menyelesaikan Konflik Agraria

banner 468x60

Paraparatv.id |Sentani | Konflik legalitas dan Keabsahan tentang sertifikat tanah masih tetap ada dan muncul lagi dengan permasalahan berbeda. Sebidang tanah yang mempunyai sertifikat ganda muncul dan menjadi akar pahit bagi hukum pertanahan yang ada di Indonesia termasuk  di Kabupaten Jayapura.

Menghindari  tumpang tindih legalitas dan keabsahan sertifikat tanah di Kabupeten Jayapura, dengan dibentuknya Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) oleh  Badan Pertanahan Kabupaten Jayapura akan lakukan menginventaris dan menata kembali tanah yang menjadi Objek Reforma (TORA).

“yang jelas kalau sudah disertifikatkan sudah terdata dengan jelas itu tidak ada lagi sertifikat yang lain artinya sertifikat yang sengaja diterbitkan tuh jadi sertifikat bodong  ya tidak terdaftar di pertanahan  sendiri. Oleh sebab itu jangan sampai dengan kemajuan zaman ini sertifikat bisa dibuat-buat jadi bukan produk Pertanahan itu sendiri  karena itu registrasinya harus jelas ya jadi Kalau tempat di perbankan juga nggak laku karena memang bodong ,” ujar wakil Bupati Jayapura, Giri Wjayantoro  dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Jayapura , Di Ballroom Suni Garden Lake Hotel Kamis (19/5/2022)

Giri Wijayantoro  berharap di Kabupaten Jayapura ini semua bidang-bidang tanah sudah terdaftar dan terpetakan sehingga tidak ada lagi tumpang tindih,dan ini menjadi tugas BPN  “ mudah-mudahan ini jadi pengalaman juga buat kita semua dan saya yakin dari pertanahan  juga akan hati-hati akan hal itu dan  kesalahan  yang  lalu tidak terjadi kembali dengan pastikan ada resiko jabatan,” Tandasnya (FB/AI)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.