Paraparatv.id | Sentani | Mewakili guru dan orang tua, Kepala suku Yepase minta untuk mengganti kepala Sekolah SD YPK Yowari Depapre karena tidak adanya transparansi penggunaan dana bos.
Sudah dua minggu berjalan proses pembelajaran SD YPK Yepase Yowari Depapre tidak berjalan maksimal hal ini di sebabkan karena guru-guru yang enggan mengajar karena tidak ada tranparansi penggunaan dana bos dari kepala sekolah.
“Dana BOS itu kan untuk operasional sekolah untuk spidol, kapur, buku, kertas,Atk dan lainnya tapi ini tidak jelas,bahkan ulangan kemarin itu bahan ujian tidak disiapkan kepala sekolah,guru yang buat sendiri hanya di janji akan di ganti uangnya, setelah terima dana bos,di kasi nota,kepsek tidak mau selesaikan itu, setiap mau di temui,dia hilang-hilang begitu,jadi kita minta untuk kepsek di ganti saja, ” ujar kepala suku Yepase Hendrik Yepasedanya saat ditemui Paraparatv.id dalam waktu dekat ini.
Merespon laporan kepala suku Yepase itu Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti laporan tersebut karena ini kali kedua yang di terima dinas pendidikan Kabupaten Jayapura.
“Kita belum ada pembuktian terbalik Soal itu, sementara laporan ini kami terima untuk nanti kami tindak lanjuti memang hampir di setiap pertemuan dengan kepala-kepala sekolah saya menyarankan untuk memajang penggunaan dana bos selama setahun supaya bisa diketahui oleh semua guru,orang tua,aparat kampung,” ujar Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Ted Mokay
Sejauh ini pihaknya menerima laporan tersebut akan menindak lanjuti dengan memanggil kepsek untuk mengetahui kesesuaian antara belanja dan arkas (dokumen perencanaan sekolah) penggunaan dana bos.
Ted juga menghimbau agar para guru di SD YPK Yepase tersebut segera melakukan tugas dan kewajiban nya karena hak tenaga pengajar ini di bayar oleh negara. (FB/SRI)
















