Paraparatv. id | Sentani | Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus Kementerian Desa RI Dwi Rudi Hartoyo dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Jayapura meninjau sentra produksi kakao di Yahim berkaitan dengan peninjauan pelaksanaan green economy growth yang sedang berjalan di Kabupaten Jayapura.
“Sebetulnya kami berkunjung ke Kabupaten Jayapura, terkait dengan pengembangan Green Economy Growth, jadi kita kepingin melihat sejauh mana implementasi dari program-program yang saat ini dilakukan, kaitannya dengan ekonomi hijau di wilayah Kabupaten Jayapura,” ungkap nya pada minggu (21/3/2022) malam usai melakukan pertemuan dan diskusi dengan Bupati Jayapura dan dinas terkait.
Dwi Hartoyo mengatakan program ekonomi hijau yang dijalankan kementerian sdh di laksanakan beberapa tahun ini kunjungan pihaknya ke kabupaten Jayapura untuk mengevaluasi program tersebut.
“Kami ini posisinya dua, yakni pertama green economy dan kedua adalah adanya institusi dari kementerian lembaga yang nanti kita sinergikan, ada kebutuhan-kebutuhan daerah yang mungkin mengajukan dengan permohonan untuk menambah sarana prasarana, kalau memang diperlukan nanti kita coba upayakan untuk tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menambahkan pertemuan dengan Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus Kementerian Desa RI di Kabupaten Jayapura ini khusus membicarakan tentang perkembangan kakao.
“Bagaimana kolaborasi ini bisa kita bangun supaya percepatan usaha-usaha masyarakat itu bisa terlihat dan kesejahteraan juga bisa terwujud. Nah, kita butuh kolaborasi yang besar karena di Pemda ini perlu ada semangat atau pengalaman lain dari tempat lain,” tegasnya.
Bupati Mathius juga mengatakan kakao di Kabupaten Jayapura sedikit tertinggal (dengan Papua Barat), karena kurang mendapat respon Pemerintah Provinsi.
Namun hal itu bukan masalah, karena saat ini sudah ada sejumlah langkah strategis Pemkab Jayapura untuk mengembangkan kembali kakao di Kabupaten Jayapura.
“Tidak ada masalah sebenarnya, hanya mungkin evaluasi sistemnya yang selama ini perlu diperbaiki,” tandasnya. (FB/GR)

















