Paraparatv.id | Sentani | Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap dengan adanya Perusahaan daerah mampu menyumbang pendapatan asli sehingga dapat mengurangi ketergantungan fiskal dengan Pemerintah Pusat.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (bappenda) Edi Susanto, saat menggelar kegiatan pendampingan potensi pajak dan retribusi tahun 2022 di sentani senin (21/3).
Kegiatan Pedampingan ini untuk melihat potensi dan diharapkan dapat meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lebih lanjut dijelaskan, pertumbuhan pajak khususnya di Kabupaten Jayapura sejak 2 tahun terakhir yakni pajak retribusi mengalami peningkatan, mengingat pada tahun 2020, pertumbuhan pajak baik itu pajak retribusi meningkat karena dampak dari pandemi dan menyebabkan meningkatnya daya beli masyarakat.
Sementara itu, ditahun 2021 juga meningkat dengan adanya event akbar yakni PON
XX dan PEPARNAS.
” Mungkin dari sisi masyarakat ada penerimaan tambahan ekonomi dengan adanya event akbar tersebut, namun untuk pendapatan daerah masih harus di lihat lagi karena belum berdampak,kita tidak tergantung pada event tersebut karenanya kita dituntut untuk kreatif,karena kita punya 3 perusahaan daerah yakni PD Baniel,PDAM dan Bank Papua ditambah lagi BLUD yang diharapkan bisa jadi leading stor dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah, sehingga ketergantungan fiskal dari pemerintah pusat bisa dikurangi,” Ujar Edi Susanto
Sementara itu Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayanto mengatakan pemerintah kabupaten Jayapura optimistis dapat menaikkan pendapatan asli daerah dengan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan.
“pemerintah harus membangun produktifitas bukan hanya fasilitas supaya setiap kampung ada kegiatan yang dapat merubah pendapatan individu dengan sendirinya PAD akan naik,”
Dengan digelarnya Pendampingan Potensi pajak diharapkan mampu meningkatkan PAD untuk tahun 2022 ini yakni sebesar Rp. 136 Milyar. (FB/GR)

















