Tantangan Jurnalis di Era Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar acara Webinar Cerdas Berdemokrasi, kegiatan berlangsung di Gedung RRI Jl. Tasangka Pura Jayapura, Selasa (29/3/2022).
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar acara Webinar Cerdas Berdemokrasi, kegiatan ini dilakukan secara online dan Ofline berlangsung di Gedung RRI Jl. Tasangka Pura Jayapura, Selasa (29/3/2022).

Acara Bertajuk Tantangan Jurnalistik di Era Digital, diikuti offline 50 peserta dari Jurnalis 90% dan mahasiswa 10%.

Hadir sebagai Narasumber yang Pertama Ketua Komisi Hubungan antar Lembaga dan International Dewan Pers, Agus Sudibyo, Narasumber ke dua Dekan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Cendrawasih, Marlina Flassy dan Narasumber ke tiga Amir Hamzah Siregar, Jurnalis Senior Papua.

Acara dibuka oleh Dwi Dianingsih Koordinator Bidang Politik dan Pemerintahan Kementerian Kominfo

“Jurnalisme tanpa hoax, masa depan pers indonesia sebenarnya salah satunya tergantung kepada kemampuan para wartawan, rekan rekan media untuk menghindari hoax”.Katanya .

“Tidak ikut ikutan media sosial dalam menyebarkan informasi informasi yang tidak jelas, fakta atau bukan, benar atau salah dan justru sebaliknya lebih membinggungkan meresahkan masyarakat” ujar Agus.

Ditambahkan Marlina Flassy mengatakan Dalam meliput berita mari kita melihat bahwa papua banyak suku bangsanya, maka ketika dalam meliput ada hal hal etika, nilai nilai, norma norma sosial yang hendak para jurnalis mempertimbangkan narasumber siapa yang akan diwawancara.

Kebudayaan yang ada di papua ini menjadi sumber berita yang sebenarnya kita angkat untuk lebih banyak di expose supaya orang lebih tau tentang papua. ujarnya

Pentingnya kerja sama tidak lagi kita kerja sendiri sendiri pemerintah, perguruan tinggi, parlemen, birokrat dan juga media atau jurnalis jalan sendiri sendiri, kita membanhun kerjasama, kebersamaan ini penting sehingga informasi itu sampai juga kepada semua lapisan masyarakat dari semua stakeholder yang ada tutupnya.

Jurnalis senior Papua, Amir Hamzah Siregar juga menjelaskan ” jadi pemahaman kita tentang pers sebagai pilar demokrasi itu yang perlu dipahami dengan baik oleh para jurnalis, kita tahu bahwa kata demokrasi itu berkaitan dengan kedaulatan rakyat, bagaimna peran pers itu menegakkan kedaulatan rakyat disemua bidang”.

Dengan catatan bahwa penegakan ini kita tetap mengacu kepada peraturan perundang undangan itu yg kita pakai, sehingga dengan seperti itu pers ini akan ikut membangun ketentraman, kedamaian, kepada masyarakat jangan kita membuat juga karena kaitan dengan membangun relasi, jadi hasil berita itu membuat sebuah relasi sosial bagi masyarakat, kalau berita itu mencederai relasi sosial cenderung menimbulkan masalah jadi kita harus mengatur kata kata yang lebih efisien dan halus ujarnya.

Apa yang kita tulis faktual, berimbang, kode etik jurnalis kita ajukan sehingga kita tidak akan terjerat pada misalnya pencemaran nama baik dll kalau independensi harus tetap dipegang tutupnya (SIL/GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *