Ketua Harian PB Peparnas Tinjau Latihan Tarian Kolosal Untuk Opening Ceremony Peparnas XVI

Suasana Latihan Penari kolosal di lapangan Kodam XVII/ Cenderawasih, Senin, 25 Okotber 2021. (nr)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Hari Senin (25/10/21) merupakan latihan terakhir tim tari kolosal di Lapangan Frans Kaisiepo, Makodam XVII/Cenderawasih, yang dipandu Event Organizer (EO) Quantum Convex International, selaku EO pada Opening and Clossing Ceremony (OCC) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-IV di Papua.

Dan untuk melihat kesiapannya, Ketua Harian PB Peparnas XVI, Doren Wakerkwa langsung meninjau dan menyaksikan tarian yang melibatkan 950 penari tersebut.

Dalam arahannya kepada para penari, Doren Wakerkwa memberikan motivasi untuk para penari bisa menunjukkan keahlian dan kemampuan terbaiknya kepada publik.

“Di tempat ini kita latihan untuk menunjukkan kemampuan kita di mata masyarakat nasional, bahwa pada tanggal 5 November 2021 kita akan melaksanakan upacara pembukaan Peparnas ke XVI,” ujar Doren.

Dikatakan, tarian yang akan dibawakan adalah menunjukkan ciri khas adat dan budaya di daerah paling Timur Indonesia.

Sementara itu, Toton Hutomi, selaku Chief Executive Officer Event Organizer (EO) Quantum Convex International, mengungkapkan bahwa latihan pada Senin (25/10/21) merupakan latihan gabungan tetakhir segmen dari tari kolosal untuk pembukaan Pekan Paralimpik Nasional Ke-XVI yang nanti akan digelar di Stadion Mandala pada tanggal 5 Nopember 2021.

Suasana Latihan Penari Kolosal Opening Ceremony Peparnas XVI Papua

“Bersyukur kita, tadi dihadiri Bapak Doren Wakerkwa selaku Ketua Harian PB Peparnas XVI, dan menyaksikan langsung kesiapan putra-putri Papua yang selama sekian bulan berlatih,” ungkapnya saat ditemui paraparatv.id di sela-sela memantau pelaksanaan latihan di Lapangan Frans Kaisiepo, Makodam XVII/Cenderawasih tersebut.

950 orang penari yang terlibat, kata Toton, diambil dari sanggar-sanggar dan juga sekolah yang ada di Kota/Kabupaten Jayapura.”Mereka sudah menunjukkan progres yang luar biasa sebelum nanti gladi resik di Stadion Mandala,” ujarnya.


Disinggung tentang tema tarian kolosal, Toton mengungkapkan bahwa nantinya akan ada lima segmen.
Yang mana setiap segmen itu bercerita tentang adat dan budaya dari lima wilayah adat di Papua.


“Semua terwakili, sampai kemajuan mutakhir Papua masa kini dan Papua masa depan,” jelasnya.


Dikatakan, nanti akan ada banyak sekali kejutan-kejutan yang disiapkannya.
“Yang tentunya nanti saksikan saja di tanggal 5 Nopember 2021, apakah langsung di Stadion Mandala atau di TV Station ataupun di live streaming,” pungkasnya.(nr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *