Enam Desa di Tambrauw, Kini teraliri listrik

0
26
Pemasangan jaringan listrik menuju ke enam kampung (Ist)

Paraparatv.id | Jayapura | PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik bagi seluruh wilayah di Papua dan Papua Barat. Kali ini, PLN berhasil melistriki enam desa yang berada di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Dalam menghadirkan listrik di Desa Wanabek, Desa Inambuari, Desa Pubuan, Desa Meicoforga Desa Kasih Inom dan Desa Ireji, PLN melakukan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 41,898 kilo meter sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 33,877 kms.

Saat ini, dengan jumlah 141 pelanggan, suplai daya untuk keenam desa tersebut berasal dari pembangkit di Distrik Kebar berkapasitas daya 230 kW. Kini masyarakat di enam desa itu dapat menikmati listrik PLN selama 12 jam dari pukul 6 sore hingga 6 pagi.

Tak hanya itu, untuk melistriki enam desa tersebut, PLN juga membangun 15 gardu masing-masing berkapasitas 950 kilo Volt Ampere (kVA). Rata-rata daya terpasang di setiap rumah sebesar 900 VA yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Nantinya, masyarakat dapat melakukan tambah daya jika membutuhkan daya yang lebih besar.

Bupati Tambrauw, Gabriel Asem menyampaikan apresiasi yang besar atas upaya PLN dalam membangun jaringan listrik di wilayahnya. Sebelum adanya listrik, masyarakat Kabupaten Tambrauw hanya menggunakan lentera minyak sebagai penerangan di malam hari. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tambrauw, kami bersyukur atas selesainya pembangunan listrik enam desa, kami berharap PLN makin setia dalam menerangi negeri,” ungkapnya.

Gabriel juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tambrauw siap mendukung kegiatan PLN serta akan terus membantu percepatan pembangunan listrik disana. Dengan hadirnya listrik, produktivitas dan kualitas kehidupan masyarakat tentunya dapat meningkat. “Kami merasa fasilitas kelistrikan yang memadai sangat bisa mendorong kemajuan ekonomi dan peningkatan SDM yang berkualitas,” tambah Gabriel.

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari, Roberth Rumsaur menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di keenam desa yang termasuk ke dalam daerah 3T ini tidak mudah. Berbagai tantangan dihadapi, salah satunya disebabkan oleh akses jalan yang sulit dilalui.

“Selama pelaksanaan pembangunan, beberapa kendala terjadi. Kondisi geografis berupa perbukitan serta cuaca yang tidak menentu membuat pengiriman material cukup tersendat, namun kami tetap berupaya agar keenam desa tersebut dapat segera menikmati listrik,” ungkap Roberth.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung PLN dalam menyelesaikan pembangunan listrik di desa-desa tersebut. Dia berharap bahwa sinergi antara PLN dan pemerintah serta masyarakat dapat terus terjalin untuk tetap menjaga fasilitas kelistrikan yang sudah terbangun. “Semoga ini menjadi kado terbaik di penghujung tahun 2021, Hari Listrik Nasional Ke-76, serta dapat menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi warga,” tutup Roberth. * (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here