Korban ‘Perang’ Covid-19 di Luar Ruangan RSUD Jayapura

0
106
Sejumlah pasien di luar ruangan IGD RSUD Jayapura. (Foto: ITH)

Paraparatv.id | Jayapura | Seperti sedang terjadi perang, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura penuh, mengharuskan pasien dapatkan perawatan di halaman IGD. Terdata di rumah sakit ini, sebanyak 21 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Pengakuan dr. Aloysius Giay selaku Direktur RSUD Jayapura pihaknya tak dapat menolak pasien, karena sebagai korban perang melawan Covid-19, pasien tetap diterima pihak rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, walaupun mendapatkan perawatan diluar ruangan.

“Sudah hampir satu minggu lebih, karena ruang Covid penuh. Jadi kami tak bisa paksakan,” kata Aloysius Giay dari ujung selulernya, Sabtu (17/7/2021).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini melanjutkan manajemen rumah sakit telah mengambil langkah dengan mengalih fungsikan salah satu ruangan yang diperuntukan merawat pasien Covid-19.

“Ruangan rawat inap paru, kami sudah pakai untuk Covid. Ternyata masih banyak pasien Covid-19, kami ambil keputusan hari ini dan besok Minggu (18/7/2021), ruang penyakit dalam wanita kami gunakan untuk merawat para pasien yang di luar ruangan,” kata Giay.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di Kota Jayapura, dirinya tak akan menolak pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan alasan kemanusiaan.

“Apalagi ada pasien dengan penyakit komorbid (penyerta). Jadi, dengan segala upaya yang ada kami tetap layani penanganan emergensi,” dikatakan Giay.

Perawatan dan pengobatan terhadap pasien baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan tetap sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. “Pasien yang di dalam ruangan maupun yang di luar dari sisi pengobatan, kami lakukan sama,” ujarnya.

Sekedar diketahui, tenaga medis pada RSUD Jayapura saat ini masing-masing dua dokter spesialis, lima dokter umum serta beberapa perawat terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang jalani isolasi mandiri, berdampak keterbatasan tenaga medis di rumah sakit tersebut. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here