IMPPAS Kecam Tindakan Represif Oknum Aparat TNI AU di Merauke

0
75
Ilustrasi kekerasan terhadap Orang Asli Papua (foto;tirto.id)

Paraparatv.id | Jayapura | Tindakan represif yang dilakukan oleh oknum TNI AU kepada salah satu pemuda warga Kabupaten Merauke sempat viral dan menjadi sorotan media massa.

Beredarnya video tindakan represif oleh oknum anggota TNI AU kepada pemuda tuna wicara di Kabupaten Merauke, mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Papua Selatan.

Daniel Ndiwaen menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh dua oknum TNI AU itu merupakan tindakan yang telah melanggar tugas utama dua oknum tersebut.

“Tindakan yang dilakukan oknum aparat terhadap salah satu warga di Merauke, kita sangat sayangkan. Karena sepatutnya tidak dilakukan seperti begitu.” Tutur ketua IMPPAS saat dihubungi lewat telepon pribadinya, Rabu sore, (28/7/2021).

Daniel menyoroti tindakan yang telah dilakukan oleh dua oknum TNI AU itu telah melewati batas kewenangan oknum aparat tersebut.

Dirinya menilai bahwa, tindakan represif yang dilakukan dapat menimbulkan gejolak sosial di atas Bumi Anim Ha secara khusus, dan Tanah Papua pada umumnya.

“Kalau TNI langsung ambil tindakan seperti begitu, itu sudah melampaui wewenangnya, perbuatan di luar tugas pokok mereka. Yang dilakukan oleh dua oknum ini sangat tidak terpuji dan patut diberi sanksi.” Tegas Daniel.

Pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghormatan kepada panglima TNI serta komando TNI AU dalam hal ini Komando Pangkalan Angkatan Udara (LANUD) Merauke yang secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

Dirinya berkehendak agar proses peradilan terhadap oknum anggota TNI AU dapat ditegakkan secara transparan baik melalui mekanisme Mahkamah Militer maupun Pengadilan Negeri setempat.

“Indonesia adalah negara hukum yang menganut asas equality before the law dalam artian bahwa kedudukan setiap manusia sama dihadapan hukum.”

“Hukum harus ditegakkan! Proses hukum tetap harus dilakukan untuk ke dua oknum yang , melalui prosedur mahkamah militer tetap dijalankan. Kita harapkan bahwa proses hukum ini harus transparan.” Pungkas Daniel. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here