Refleksi Perayaan 166 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua

0
227
Waket Majelis Jemaat GKI Pniel Kotaraja, Benhur Tomi Mano

Oleh: Penatua Benhur Tomi Mano

Waket Majelis Jemaat GKI Pniel Kotaraja.

Di hari memperingati dan mensyukuri Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang ke 166 Tahun tanggal 5 Februari 1855-2021 telah mengundang perhatian dan semangat  warga gereja khususnya GKI sebab banyak orang sudah mempersiapkan diri untuk merayakan hari yang penuh makna bagi kehidupan orang di Tanah Papua.

Dipastikan pada tanggal 5 Februari di Pulau Mansinan akan menjadi lautan manusia, apalagi  telah dibangun situs Pekabaran Injil yang megah dengan dilengkapi fasilitas yang mahal. Kita juga bersyukur akan hari sejarah Injil di Tanah Papua sebab telah ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi menjadi hari libur fakultatif khusus di Tanah Papua. Sebab itu warga  gereja di Tanah Papua  termasuk Papua Barat jangan ada yang tidak melakukan ibadah pada 5 Februari.

Pada hari itu 5 Februari 1855 mata mata yang tertutup  telah dibukakan  dan dicelikkan oleh Injil Yesus Kristus yang dibawah oleh Ottow dan Gaisler sebagai Rasul di Tanah Papua.

Hari Pekabaran Injil itu juga disebut sebagai hari dimulainya peradaban baru di Tanah Papua. Sebab saat itu Tanah New Guinea – sekarang Papua masih tertutup dirundung kegelapan dalam semua aspek, namun kini telah maju berkat pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah dan Gereja.

Dengan penuh syukur dan semangat iman di hari pekabaran ini, kita meninggalkan semua kesibukan dan kepentingan duniawi lainnya dan datang beribadah kepada Tuhan yang atas sejarah keselamatann-Nya telah memberikan kita tanah ini untuk bekerja dan mengabdi bagi-Nya dengan rajin, tekun, setia dan jujur, sehingga kita bisa berjalan dari satu pendapatan heran kepada pendapatan heran.

“Aku mempunyai keyakinan yang kokoh  dalam Injil, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya ( Roma 1 ; 16 )’’.  Paulus tidak mempunyai pilihan lain  kecuali Injil yang diberitakannya kepada semua jemaat di Asia kecil dan Asia besar bahwa dalam Injil yang diberitahkan telah menerobos dan membaharui  kehidupan umat percaya yang tadinya masih hidup  dalam kegelapan, terkungkung, terisolir, terpisah jauh dari keramaian dunia luar tetapi berkat Injil yang diberitakannya maka suku bangsa bangsa termasuk suku bangsa Yunani menjadi percaya  dan dipersatukan.

Injil yang menjadi kekuatan Allah adalah kebenaran yang absolute yang tidak berubah dan diubah  olehdunia dan manusia, hanya saja manusia dan dunia yang merusakkannya sebab tidak mematuhi  dan mentaatinya dalam hidupnya.

Injil yang menjumpai dan merubah manusia di Papua. Injil itu juga akan mengubah kondisi rumah  dan keluarga kita jika kita dengar dengaran kepada Injil Yesus Kristus. Ingat injil yang diberitakan sepanjang zaman sebab ada kelahiran dalam rumah tangga dan keluarga, sebab itu jagalah ketahanan rumah tangga dengan ketangguhan jiwa yang tidak mudah ditemukan oleh godaan murah dari si raja penggoda didunia yaitu iblis bapa pendusta itu.

Injil adalah kekuatan dan pagar tembok rumah tangga kita sebab itu tempatkanlah dalam bathin kita dan taruhlah diambang pintu rumahmu supaya menyinari setiap anggota keluarga untuk melakukannya dalam hidup setiap hari dan bertindak dengan hati hati sehingga tidak mudah menjadi mangsa dari si jahat.

Injil tetap kekuatan Allah selamanya didalam hidup dan kehidupan  kita dan dalam keluarga turun temurun. Amien  Selamat merayakan Hari Pekabaran Injil ke 166 Tahun. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here