Harga Minyak Tanah perjerigen hingga 50 ribu

0
90
Minyak tanah perjerigen

Paraparatv.id | Jayapura | Kelangkaan minyak tanah di Kota Jayapura telah terasa selama beberapa hari terakhir, kawasan abepura dan heram sering di temui antrian pembeli minyak tanah. Bahkan harga perjeringen lima liter mencapai Rp50 ribu.

Selain itu, perolehan minyak tanah eceran harus mendapat giliran bahkan terjadi kelangkaan minyak tanah.“Harga perjerigen sekarang ada yang naik tiga puluh lima ribu sampai lima puluh ribu perliter, torang (kami) harus antri,” kata Nano, ibu rumah tangga di Waena.

Menanggapi hal tersebut, Unit Manager Communication, Ralation dan CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun membantah adanya kelangkaan minyak tanah di Ambon dan Papua.

“Stok di terminal BBM di Maluku atau Papua masih aman dalam 15 hari ke depan. Terlebih dalam minggu ini akan ada kapal pengangkut BBM yang \\\\\\\\\\\\akan bersandar di terminal Ambon dan Papua,” kata Edi kepada paraparatv.id, Sabtu (9/1/2021)

Dikatakan, dalam penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan, kuota masih sesuai seperti awal dan tidak mengurangi jatah yang diberikan. Bahkan, minyam tanah di subsidi pemerintah

“Menjadi pertanyaan adalah walaupun stok aman dan kami lakukan distribusi normal ke agen dan pangkalan di awal tahun selalu muncul berita kelangkaan,” dikatakan Edi.

Kata Edi, amanah UU Migas bahwa untuk pengawasan di luar jangkauan Pertamina melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi masuk tahun baru. Aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” katanya

Pihak pertamina sendiri sering menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke tingkat bawah seperti agen-agen minyak tanah. Namun, tak ada hal yang negatif seperti penimbunan dan lainnya. Ia tak pungkiri, apabila ada agen yang nakal, sehingga ia berharap pemerintah dan aparat keamaan bisa menelusuri hal ini. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here