Desitinasi Wisata Huruwakha, Wahana Cerdas Kampanye Pelestarian Hutan Sagu

0
89
Sala satu Kawasan wisata Kampung Komba, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura .

Penulis : Nees Makuba

Sentani | Paraparatv.Id | Destinasi Wisata Foto bagi fotografer yang ingin mengabadikan hal unik di Kabupaten Jayapura tepatnya di Pinggiran Danau Sentani di nilai sebagai Wahana yang cukup efesian dalam mengkampanyekan pelestarian hutan sagu yang semakin punah di wilayah pinggiran danau sentani.

Wisata foto yang ditawarkan berupa ornamen atau pernak pernik yang di gunakan untuk menggambarkan tema foto terbuat dari bahan sederhana, serta berada di tengah hutan sagu di wilayah Kampung Komba, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura .

Margrit Linda Tokoro selaku Inisiator atau Penggagas Destiasi wisata tersebut mengungkapkan, sejak tanggal 19 agustus 2020 peresmian spot wisata foto di lokasinya yang tidak jauh dari kediamanya ini mengaku, ide pembuatan ini telah di lakukan sejak 3 bulan lalu, yang merupakan gagasan dirinya bersama keluarga awalnya mereka membuat Jembatan sepanjang 230 meter dari air hingga ke dalam hutan sagu dengan menghabiskan biaya sebesar 300 juta rupiah dari kantong pribadinya sendiri.

“Ini merupakan ide keluuarga, sehingga kami menggunakan kantong pribadi dengan membuat jembatan dari air hingga ke dalam hutan sagu sudah tiga bulan pembuatan ini,“ ungkap Margrid Linda Tokoro, Senin, 24 Agustus 2020

Lanjut Ibu Tokoro setelah proses pembuatan pemancangan Tiang jebatan dirinya telah mempromosikan Destinasi wisata tersebut ke publik, sehingga sejak 2 bulan pembuatan jembatan Huruwakha banyak  orang yang penasaran untuk mencoba wisata alam di tengah hutan sagu yang di nilai cukup unik, apa lagi ini kata Ibu Tokoro sebagain bagian dari Kampanye pelestarian hutan sagu yang semakin punah di wilayah pesisir danau sentani .

Pembuatan ini menurutnya di latar belakangi dari mereka yang sama-sama sebagai pengangguran , sehingga Ibu Margrid Tokoro dan suaminya mencoba di sektor swasta yang awalnya di geluti di perkotaan namun, dengan pemikiran ide yang baru mereka akhirnya mencoba terjun ke dunia pari wisata dengan memanfaatkan potensi hutan sagu dan alam danau sentani yang cukup indah jika di kelola dengan baik

“Kami hanya penggaguran tadinya di kota , tetapi dengan melirik potensi pariwisata kami mencoba hal baru, selain usaha-usaha yang sudah lebih dulu kami geluti di kota,“ tuturnya

Selain itu, Ibu Rumah tangga yang juga merintis usaha Biliard dan Rumah Makan ini mengatakan, dengan mellihat dusun sagu milik keluarga yang juga berpotensi selain di manfaatkan sebagai makanan pokok, bisa juga di gunakan sebagai potensi lain yang muncul dari pribadi dimana hutan yang kecil jika di ambil sagu maka akan habis, sehingga ide muncul dengan menjadikan dusun tersebut sebagai tepat wisata Hutan sagu

“Ini bagian dari pelestarian dan kampanye pelestarian hutan sagu, supaya masyarakat kalau ambil sagu silahkan untuk jual, konsumsi, tetapi ingat untuk tanam lagi  kalau ambil 1 tanam lagi  sepuluh pohon sagu,“tegasnya.

Margrid Tokoro berharap masyarakat umum yang tau memanfaatkan sagu sebagai Bahan Pokok Makanan, tetapi belum mengetahui seperti apa jenis pohon dan pelestariannya sehingga hutan sagu seperti apa yang akan di nikmati anak cucu kita maka perlu kedepan pelestarian hutan sagu harus di jaga dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here