Pdt. Albert Yoku :165 Tahun Pekabaran Injil, Orang Papua dalam Pandangan Sendeling Otto Dan Kualitas GKI Dalam Pelayanan Umat

0
807

Paraparatv.id | Sentani | Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI ) di Tanah Papua Pdt. Albert Yoku STh menegaskan dengan momen pekabaran Injil ke-165 Tahun di Tanah Papua yang di bawah oleh dua sendeling asal jerman Otto dan Geisler di Mansinan 5 Februari 1855, GKI di harapkan semakin berkualitas dalam mewartakan pelayanan kepada umat.

Pernyataann tersebut di sampaikan mantan ketua Sinode 2 periode tersebut saat di mintai tanggapannya oleh wartawan terkait dengan moment pekabaran injil yang akan memasuki usia ke 165 tahun sejak 1855 di mansinam silam.

Menurut albert Yoku pertama jelas bahwa buah-buah dari pekabaran injil tersebut telah menjadi nyata, terlihat dari pergumulan rasul papua Otto saat menitipkan doanya agar dapat berjumpa salah seorang dari orang papua kelak di sorga selama 10 tahun menjalankan misi pelayanan pekabaran injil di mansinam kala itu , sehingga itu menjadi sukacita orang papua saat ini bahwa pergumulan Otto sebelum meninggal telah terjawab dari doa dan pergumulannya bahwa ratusan ribu orang papua telah menjadi buah dari injil dan akan menjadi warga kerajaan sorga.

”Karena itu 165 tahun harus kita hayati tentang posisi orang papua dalam doa otto, dan karena itu orang papua harus bisa melakukan apa yang rasul paulus katakan bahwa hidup harus berpandangan dengan injil itu dari sisi iman,tindakan dan perbuatan,kata-kata yang di keluarkan persekutuan yang damai karena injil itu kabar baik “ jelas albert yoku Rabu, Selasa, 4 Februari 2020.

Lanjut Pdt. Albert Yoku sebagai hasil dari buah injil minimal umat dapat berkelakuan baik baik dengan sesama, teman, dan lingkungan sekitar kita dimana injil di terjemahkan dalam budaya etika moral dalam pergaulan.

Dengan perkembangan pelayanan Injil yang ke 165 tahun pada 5 Februari 1855 ini GKI di Tanah Papua Pdt. Albert Yoku mengharapkan GKI dapat memposiskan, diri sebagai Gereja dengan tugas utama mewartakan injil dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, dimana gereja tetap pada tugas bersaksi, bersekutu dan melayani.

“GKI tidak lagi mengejar kuantitas tetapi harus mengejar kualitas, dari semua segi, baik dalam tugas-tugas tri panggilan gereja bersaksi dengan baik pemberitaan firman melalui kata dan perbuatan, bersekutu dengan baik supaya dunia menyaksikan persekutuan orang percaya itu tampa batas, dan pelayanan kasih menyiapkan beasiswa dengan baik, menyiapkan sarana prasarana, penyediaan klinik dan diakonia kampanye-kampanye bahaya HIV/Aids , penyakit sosial yang muncul harus di tangani dengan baik,“ ujar Albert Yoku.

Selain itu, menurutnya moment 165 tahun pekabaran injil di tanah papua GKI harus memasuki era multi media, dimana saat ini perkembangan digital semakin pesat sehingga GKI di harapakan mampu berdaptasi dengan perkembangan saman dimana informasi dan komunikasi sangat penting di era milenial, GKI tidak lagi monoton, makan harus membuka diri untuk mengakses informasi dan mengeluarkan informasi di multi media dan multi area.

Harapan Albert Yoku kedepan untuk mengatasi kejolak jiwa umat di 165 tahun injil di tanah papua, yakni hidup sesuai dengan pandangan injil itu sendiri di usia injil masuk ke 165 tahun, bukan usia yang mudah melainkan usia yang cukup tua dalam dekade penyebaran perkembangan injil, sehingga Pola pikir, pola bertindak, pola bergaul, dan budaya orang papua harus sudah lebih Universal dan mempertahankan nilai-nilai injil itu dalam kata dan perbuatan di dunia yang moderen sehingga orang papua di ajar oleh injil untuk bersahabat dengan semua orang.(nesta )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here